JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyoroti maraknya peredaran “gas tertawa” atau whip pink yang belakangan ramai diperbincangkan warganet. Di mana produk ini belakangan ramai diperbincangkan sesuai diduga menjadi penyebab kematian selebgram Lula Lahfah.
Publik pun khawatir terhadap penyalahgunaan zat tersebut. BPOM RI menyatakan telah melakukan evaluasi lebih lanjut dan akan memperkuat pengawasan bersama sejumlah instansi terkait, mulai dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian, hingga Kementerian Kesehatan.
Whip pink sebenarnya adalah produk yang digunakan dalam dunia kuliner. Namun gas ini sering disalahgunakan untuk tujuan nonmedis demi mencari sensasi high atau ngefly.
Kondisi inilah yang dinilai berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan pengguna. Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar menjelaskan bahwa bahaya utama dari penyalahgunaan nitrous oxide adalah terganggunya suplai oksigen dalam tubuh.
Saat gas nitrous oxide (N2O) masuk ke dalam tubuh, kadar oksigen dapat menurun secara signifikan.
(Lula Lahfah. Dok : IG Lula Lahfah)
"Whip pink itu kan kandungannya nitrous oxide (N2O). Ini memberikan efek bisa rileks dan seterusnya, tapi dampaknya dalam kapasitas tertentu dalam sistem darah kita, dia memberikan ketergantungan. Dan nampaknya walaupun masih dievaluasi, saya kira salah satu influencer yang meninggal itu salah satunya faktor itu," ujar Taruna Ikrar, dikutip Kamis (29/1/2026).
Gas Whip Pink tengah ramai dibicarakan netizen. Beredar rumor botol gas berwarna merah muda bertuliskan whip pink jika disalahgunakan bisa memberikan sensasi ‘fly’.
Memiliki tampilan yang menarik, produk Whip Pink ini sebenarnya merupakan gas Nitrous Oxide (N₂O). Gas tersebut sering dikenal sebagai whipping gas atau cream charger gas.
Lantas, apa fungsi dari gas yang terkandung dalam botol Whip Pink yang kini tengah viral di media sosial?
Gas whipping dalam produk Whip Pink merupakan dinitrogen oksida (N₂O) yang berfungsi sebagai propelan dan agen pembusa kelas makanan dalam aplikasi kuliner. Fungsi utamanya adalah larut ke dalam kandungan lemak krim kental di bawah tekanan, menciptakan tekstur yang stabil, berongga, dan mengembang (krim kocok) saat dilepaskan.
Dalam dunia kuliner, gas ini diperuntukan untuk membuat krim kocok atau whipped cream untuk mempercantik dan mempermanis hidangan penutup.
Nitrous oksida larut dalam lemak, sehingga ideal untuk mengocok krim. Krim kental mengandung setidaknya 30% lemak, menyediakan media yang kaya untuk melarutkan gas.
Ketika dinitrogen oksida dilepaskan ke dalam krim, ia membentuk campuran di bawah tekanan, dan gelembung gas didistribusikan secara merata ke seluruh krim. Saat dikeluarkan, perubahan tekanan menyebabkan gelembung-gelembung ini mengembang dengan cepat, mengubah krim cair menjadi busa yang stabil.
Reaksi inilah yang membuat dinitrogen oksida sempurna untuk keperluan kuliner. Ini tidak hanya menganginkan krim tetapi juga sedikit mempermanisnya, meningkatkan rasa tanpa memerlukan tambahan gula.
Namun, melansir German Federal Institute For Risk Assesment, gas whippung dengan kandungan N2O ini juga disebut dengan gas tertawa.
(Rani Hardjanti)