Abaikan Kasus Aurelie Moeremans, Kak Seto: Jangan Dijadikan Ruang untuk Saling Menuduh

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Kamis 15 Januari 2026 12:24 WIB
Abaikan Kasus Aurelie Moeremans, Kak Seto: Jangan Dijadikan Ruang untuk Saling Menuduh. (Foto: IG Kak Seto)
Share :

‎‎JAKARTA - Nama Kak Seto ikut dikaitkan dalam buku kisah Aurelie Moeremans. Disebutkan Komnas Perlindungan Anak kala itu yang dinilai tidak bertindak atas kasus yang dialami Aurelie.

Kak Seto menegaskan agar munculnya kasus ini ke publik pada tahun 2026, agar tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang dan mengubah fakta yang sebenarnya. Ia meminta seluruh pihak bersikap lebih bijak dan adil.

(Foto X), 

‎"Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat terus pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan," tulis klarifikasi tersebut, dikutip dari akun Instagramnya, Kamis (15/1/2026). 

‎Kak Seto yang dikenal dengan jargon 'Sahabat Anak' menjadi sorotan setelah Broken Strings yang menceritakan tentang kisah kelam Aurelie Moeremans. 

Di mana dalam buku itu, Aurelie mengaku menjadi korban child grooming hingga pelecehan seksual yang dilakukan oleh sosok 'Bobby'. Warganet kemudian menguliti satu per satu sosok yang ada dalam buku itu, meski namanya telah disamarkan. 

 

Salah satu yang menjadi sorotan netizen adalah peran Komnas Perlindungan Anak kala itu yang dinilai tidak bertindak atas kasus yang dialami Aurelie. Pasalnya ibunda Aurelie disebutkan sudah sempat melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Nasional Perlindungan Anak yang dipimpin oleh Kak Seto. 

Namun pihak Aurelie mengaku tak ada tindakan dari Kak Seto bahkan tak ada respons positif sekali pun. Laporan tersebut diabaikan hingga akhirnya orangtua Aurelie mengumumkan ke awak media. Padahal mereka sempat berusaha selama berbulan-bulan menutupi kasus ini dari konsumsi publik.

‎Pemilik nama lengkap Seto Mulyadi ini menjelaskan telah berupaya semaksimal mungkin. ‎"Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampan dan tanggung jawab kami saat itu," jelasnya.

‎Dia meminta semua pihak untuk menyikapi pemberitaan dengan kepala dingin tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru. Dia menjelaskan bahwa kala itu pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan kasus tersebut.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya