Puasa tak hanya menjadi momen umat muslim untuk menabung pahala sebanyak-banyaknya. Ibadah satu ini juga dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.
Bahkan, belakangan banyak yang mengaitkan manfaat puasa dengan penurunan risiko kanker. Menjalani puasa disebut bisa mematikan sel kanker dan mencegahnya berkembang di dalam tubuh.
Benarkah demikian? Berikut ulasannya, melansir dari laman berbagai sumber, Senin (3/3/2025).
Meski saat berpuasa tubuh mengalami perubahan pola makan dari yang sebelumnya tiga kali sehari menjadi hanya dua kali, namun berpuasa ternyata memberi manfaat yang luar biasa bagi tubuh. Salah satunya terhadap penurunan risiko kanker.
Berpuasa disebut menyehatkan karena memberi waktu pada organ-organ vital untuk beristirahat. Termasuk organ pencernaan, sehingga kesehatannya lebih terjaga.
Selain itu, berpuasa juga bisa membantu mencegah tubuh menyerap racun dari asupan makanan tertentu yang terurai di usus.
Berpuasa juga memang bisa membantu mengurangi berkembangnya sel-sel kanker serta menjaga tubuh dari risiko penyakit kronis lain, seperti diabetes, penyakit jantung, hingga mencegah demensia.
Puasa ternyata bisa membantu mengatur insulin yang menyebabkan terganggunya fungsi tubuh serta muncul penyakit diabetes.
Sebuah penelitian dari University of Southern California, menemukan bahwa berpuasa bisa membantu memperlambat pertumbuhan dan penyebaran tumor.
Jika dibarengi dengan pengobatan dan kemoterapi, puasa juga disebut-sebut bisa menyembuhkan jenis kanker tertentu. Hasil tersebut didapat dari penelitian yang dilakukan terhadap tikus.
Melalui eksperimen tersebut, sel-sel tumor ternyata menunjukkan respon positif ketika tikus “berpuasa”. Kendati begitu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah puasa benar-benar bisa membunuh sel kanker.
Berpuasa juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan bagi penderita kanker lambung.
Pasalnya, puasa membantu regenerasi sel stem yang berpengaruh terhadap sistem imunitas tubuh.
Hal tersebut membantu tubuh menjadi lebih optimal dalam memerangi sel kanker, sekaligus dapat menurunkan efek samping dari pengobatan.
Meski memberikan banyak manfaat untuk orang-orang dengan kanker, ada hal-hal yang tentunya perlu diperhatikan. Jadi, puasa tidak memberikan efek berbahaya, terutama pada pengidap kanker lambung.
Sederhananya, pengidap kanker lambung harus merasa nyaman selama menjalankan puasa dan yakin pada diri sendiri bahwa tubuhnya kuat untuk melakukan puasa.
Sebelum melakukan puasa, orang-orang dengan kondisi kanker, termasuk kanker lambung juga harus berdiskusi dan mendapatkan persetujuan dari dokter.
Selain itu, hal penting lainnya yang tidak boleh luput dari perhatian adalah memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, dan tetap disiplin menjalani pengobatan medis sesuai arahan dokter. Selama berpuasa, tubuh akan mendapatkan asupan nutrisi yang lebih sedikit atau mengalami penurunan.
Namun, pengidap kanker tetap harus menjalani terapi dan pengobatan yang memerlukan peningkatan asupan nutrisi. Inilah mengapa penting melakukan diskusi dengan dokter ahli sebelum menjalankan puasa.
(Kemas Irawan Nurrachman)