Di akhir 2009 beliau diangkat menjadi Aminul khutaba, Ketua dewan khatib jami Dakwah Islamiyyah Tripoli yang berhak menentukan para khatib dan pengisi di Masjid Dakwah Islamiyyah.
Awal tahun 2011 beliau kembali ke Indonesia dan mengasuh Ponpes Alquran Al-Hikmah Lebak Bulus.
Dua tahun kemudian beliau berpindah ke Bekasi dan mendirikan Quantum Akhyar Institute, yayasan yang bergerak di bidang studi Islam dan pengembangan dakwah.
Ustadz Adi Hidayat juga menerima gelar Doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa), bidang pengetahuan, budaya, dan dakwah, dari Universitas Astrolabe Instanbul Turki, Tahun 2019.
Salah satu sumber kekayaan Ustadz Adi Hidayat adalah sebagai pendakwah. Dirinya tidak pernah menetapkan biaya untuk orang yang mengundangnya untuk berceramah.
Ia bahkan rela membeli tiket pesawat dan biaya transportasi lainnya jika ceramah tersebut berlangsung di luar kota.
"Saya tidak suka jika ditanya tentang tarif mengundang saya. Saya tidak meminta biaya atau fasilitas. Jika sehat, saya datang sendiri dan membeli tiketnya," ucap Ustadz Adi Hidayat.
Ustadz Adi Hidayat juga mendapatkan penghasilan dari kanal YouTube-nya, Adi Hidayat Official, yang memiliki lebih dari 4,9 juta subscriber dan 2.190 video.
Berdasarkan data Social Blade, ia diperkirakan memperoleh hampir Rp607 juta per bulan dari YouTube.
Selain penghasilan dari YouTube, Ustadz Adi Hidayat juga mendapatkan kekayaan dari berbagai bisnis yang dijalankannya, termasuk bisnis travel dan umrah.
(Kemas Irawan Nurrachman)