7 Fakta Charles Bonar Sirait, Duta Earth Hour WWF yang Dilantik Jadi Penasehat DPP ASITA

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Senin 11 November 2024 19:18 WIB
Charles Bonar Sirait Beserta Jajaran DPP ASITA
Share :

Charles Bonar Sirait resmi dilantik sebagai Penasehat Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) 2024-2029 pada Senin, (11/11/2024). Pelantikan Charles Bonar Sirait dilakukan langsung oleh Dewan Pengurus Pusat ASITA. 

Ketua Umum DPP ASITA  Nunung Rusmiati mengatakan, pelantikan Doktor Charles Bonar Sirait juga didasarkan pada Pasal 6 Anggaran Rumah Tangga ASITA MUNASSUS Kepri Tahun 2024. 

“Kewenangan Khusus Ketua Umum untuk mengambil kebijaksanaan sesuai kepentingan dan kebutuhan Perkumpulan,” demikian bunyi pasal tersebut. 

Selain itu, juga berdasarkan Pasal 19 Anggaran Rumah Tangga ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia) Munassus Kepri Tahun 2024.

Pasal tersebut berisi tentang peran DPP dan DPD yang dapat mengangkat para mantan ketua, dan atau orang yang dianggap berjasa sebagai penasehat. 

Sekretaris Jendral DPP ASITA Budijanto Ardiansyah menambahkan, bahwa proses Observasi yang telah dilakukan oleh DPP ASITA terhadap profil penasehat ASITA periode tahun 2024-2029 dilakukan berdasarkan beberapa faktor.

“Yakni dengan mempertimbangkan faktor rekam jejak, latar belakang pendidikan, jejaring, akses  serta kompetensi,” ungkap Budijanto. 

Nah, berikut beberapa profil dan fakta menarik  tentang sosok Charles Bonar Sirait:

1. Punya kepedulian dan perhatian terhadap sektor pariwisata

Charles Bonar Sirait dipandang tepat oleh DPP ASITA untuk duduk dalam kepengurusan sebagai Penasehat DPP ASITA masa bakti 2024-2029.

Pasalnya, beliau dipandang oleh DPP ASITA sebagai tokoh komunikasi nasional Indonesia yang memiliki kepedulian dan perhatian terhadap sektor Pariwisata Indonesia, memiliki jejaring yang luas dengan sektor pemerintahan serta swasta di Indonesia.

2. Punya karya buku best seller di perpustakaan Amerika 

Charles Bonar Sirait merupakan penulis buku Best-Seller The Power of Public Speaking berprestasi di Indonesia serta Asia. 

Ia tercatat mendapatkan kepercayaan dari South East Asian Studies Cornell University New York Amerika Serikat untuk menyerahkan karyanya sebagai koleksi buku perpustakaan Cornell University New York pada tahun 2010.  

3. Kerap jadi pembicara forum komunikasi internasional

Melalui prestasinya tersebut, Charles diketahui sering diundang menjadi pembicara pada forum-forum komunikasi di luar negeri seperti  Macquarie University Australia pada tahun 2010 dan 2011.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya