Indra, yang bekerja sebagai kurir jasa ekspedisi itu mengalami kejadian tak terduga saat mengantarkan salah satu paket kepada pelanggannya. Tepat pada tanggal 16 Agustus 2016, saat mengantar barang terakhirnya di kota tersebut, Indra menemukan sebuah alamat yang rupanya tidak terdaftar di Google Maps.
Alamat tersebut merujuk pada seorang penerima bernama Delfina Shafira yang tinggal di Distrik Nabula, namun tak seorangpun mengetahui keberadaan distrik tersebut. Setelah upaya pencarian sia-sia, Indra yang hampir menyerah dikejutkan oleh kemunculan lelaki paruh baya.
Dengan penampilan sederhana yang hanya memakai kaus oblong dan sandal jepit, pria itu ternyata mengenali nama si penerima paket. Ia lalu mengibaskan sapu tangan ke wajah Indra. Anehnya, saat Indra membuka mata, sebuah jalan yang sebelumnya tidak ada saat itu terbentang jelas di hadapannya.
Masih dengan perasaan bingung, Indra lalu meneruskan perjalanannya. Jalan yang ia tempuh terasa berbeda, tanpa jalan tikus atau pertigaan. Aspal mulus tanpa hambatan hanya ditemani pepohonan yang rindang di sepanjang perjalanan.
Namun, saat menghentikan laju motornya, Indra dihadapkan oleh pemandangan yang amat mewah, gedung-gedung megah berwarna perak menjulang tinggi, terhampar di depan matanya. Bangunan pencakar langit dengan kilauan kaca mengundang tanda tanya besar baginya.
"Kok bisa ya ada gedung pencakar langit di tengah hutan belantara," gumam Indra.