"Kemudian saya minta tamu yang melakukan transaksi secara non-tunai, mohon dicek dulu apakah nomor rekening itu namanya sesuai dengan nama hotel yang dipesan. Kalau tidak sama, besar kemungkinan itu adalah penipuan," jelasnya.
Setiap hotel nantinya diminta untuk memperkuat tim IT masing-masing mereka. Pasalnya, ia meyakini serangan para peretas ini akan terjadi lagi baik dalam waktu dekat maupun di masa yang akan datang. Jadi mereka sudah membekali diri dengan pertahanan yang lebih baik.
"Jadi teman-teman IT hotel masing-masing harus mewaspadai setiap potensiserangan. Kalau ada tahu diubah maka langsung dikembalikan seperti sedia kala," tandasnya.
(Rizka Diputra)