MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno berkomitmen menarik investor sebanyak mungkin untuk berinvestasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pihaknya dalam hal ini Kemenparekraf akan menyediakan Golden Visa kepada investor asing (WNA) jika ingin melakukan investasi di daerah wisata super premium tersebut.
"Ada (WNA) yang berinvestasi ke sini (Labuan Bajo) dan kami fasilitasi melalui golden visanya," ungkapnya seusai Investor Rountable Meeting di Labuan Bajo, Rabu, 7 Agustus 2024 malam.
Adapun program Golden Visa Indonesia telah diluncurkan Presiden Jokowi pada 25 Juli 2024 lalu antara lain untuk memperkuat daya tarik WNA berinvestasi di Indonesia.
Golden Visa memudahkan WNA mendapatkan visa tinggal terbatas di Indonesia. WNA bisa memperoleh izin tinggal selama jangka waktu 5-10 tahun.
Sandi berharap, penerapan Golden Visa bisa mendatangkan banyak investor asing ke Labuan Bajo. Banyak lapangan kerja dan peluang usaha dikatakannya bisa dibuka jika investasi bertambah.
"Golden Visanya bisa menggulirkan lebih banyak lagi investasi ke Labuan Bajo. Ini harapan kita, investasi yang berkualitas tapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat Labuan dan sekitarnya" kata dia.
"Dan ini kami arahkan untuk investasi yang bermanfaat bagi pembangunan ekosistem ekonomi, digitalisasi maupun juga beberapa aspek pertumbuhan green economy, ekonomi hijau, yang akan kami kembangkan ke depan," imbuhnya.
Mantan Ketua Kadin itu optimis, Golden Visa memberikan dampak positif bagi perkembangan investasi. Sejauh ini, kata dia, sudah ada 500 orang dari berbagai negara ingin berinvestasi di RI memanfaatkan Golden Visa.
Para investor asing pemanfaat Golden Visa itu nantinya akan berinvestasi di sejumlah daerah di Indonesia. Paling banyak, dikatakannya, menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Bali.
"Per hari ini, sedang kami telaah, mayoritas ke Bali. Tapi ada beberapa juga ke Jakarta. Dan kalau tidak salah laporan, ada juga yang mengajukan untuk di beberapa destinasi pariwisata termasuk Labuan Bajo," ungkap Sandiaga.
Pria asal Gorontalo itu menargetkan realisasi investasi Labuan Bajo tahun 2024 ini di posisi kedua teratas nasional. Tahun 2023 lalu, realisasi investasi Labuan Bajo menempati posisi ke-4.
Untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, beber Sandiaga, nilai investasi di Labuan Bajo tahun 2023 lalu sebesar USD20 juta dari total nilai investasi nasional USD3 miliar.
Adapun realisasi investasi di Labuan Bajo pada kuartal pertama tahun 2024 ini sudah mencapai angka Rp570 miliar dari total USD1 miliar realisasi nasional.
Sedangkan Investor Rountable Meeting di Labuan Bajo lanjut Sandi tujuannya untuk berdiskusi sekaligus mendengarkan masukan para investor.
"Semua diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan, pernyataan maupun masukan," pungkasnya.
Ada sekitar 20 investor di forum ini, di antaranya pemilik lahan seperti Mawatu, BOPLBF dan Golo Mori ITDC serta sejumlah investor papan atas yang sudah berinvestasi dan sedang berproses menginvestasikan modalnya di Labuan Bajo.
(Rizka Diputra)