Tahun 1914, Mona Lisa menjadi sangat dikenal. Setahun setelah Mona Lisa dikembalikan ke Louvre, Penganut paham suprematis Rusia, Kazimir Malevich membuat kolase media campuran berjudul Composition With the Mona Lisa (1914), dengan mereproduksi warna Mona Lisa di bagian tengahnya.
Seniman lainnya menyusul. Fernand Léger melukis La Joconde aux Clés (1930) dan Philippe Halsman membuat Dalí sebagai Mona Lisa (1954).Mona Lisa mulai muncul secara berkala dalam kampanye pemasaran.
Selama tahun 1970-an, ia tampil dalam sekitar 23 iklan baru per tahun, dan jumlah itu meningkat menjadi 53 per tahun pada dekade berikutnya. Mona Lisa menjadi sangat populer hingga menjadi tujuan wisata internasional utama.
Orang Amerika datang berbondong-bondong untuk melihat Mona Lisa, dengan jumlah 1.751.521 pengunjung ke museum dalam enam pekan. Tur serupa diulang satu dekade kemudian ketika Mona Lisa pergi ke Jepang.
Setelah masa kejayaannya itu, Mona Lisa ditempatkan di ruangan besar di Museum Louvre, Salle des États, sebuah ruangan yang pernah digunakan oleh Napoleon III untuk sesi legislatif. Sebuah laporan Kementerian Kebudayaan Prancis yang bocor dari tahun 2018 mengungkapkan, bahwa meski semua mahakarya terdapat dalam koleksi permanen Louvre, sembilan dari sepuluh pengunjung mengaku datang untuk melihat wanita 'karya' Leonardo da Vinci tersebut.
(Rizka Diputra)