2. Memiliki motif tersembunyi
Beberapa konten kreator membuat konten mukbang untuk mempromosikan makanan. Mereka mempromosikan dengan sangat baik sehingga penonton merasa tergiur untuk membeli. Padahal bisa jadi makanan yang direkomendasikan itu rendah gizi yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan bisa dikonsumsi secara rutin.
3. Bikin kecanduan
Baik yang membuat konten maupun yang menonton, mereka berisiko melakukan interaksi yang tidak terkendali sehingga menjadi kecanduan. Meskipun awalnya menghibur, konten ini berisiko memperburuk kesehatan mental. Kondisi ini bisa terjadi pada penonton yang masih di usia muda.
(Leonardus Selwyn)