ASOSIASI petak umpet Jepang berencana menggelar acara menarik yang diperuntukkan bagi para pemain petak umpet terbaik di negara itu guna mengasah kemampuan persembunyian dan pencarian mereka.
Kegiatan tersebut sedianya dijadwalkan pada 3 dan 4 November 2024 mendatang. Adapun lokasi yang dipilih ialah Pulau Tsumaga, sebuah pulau kecil tak berpenghuni di lepas pantai Pulau Iki yang ukurannya lebih besar di Prefektur Nagasaki.
Panitia sedang mencari 100 peserta, 90 di antaranya adalah mereka yang pandai permainan ini dan 10 sisanya adalah 'itu' (pencari) atau 'oni' dalam bahasa Jepang. Pemainnya bisa dari kalangan mahasiswa atau profesional, namun harus memiliki antusiasme seperti anak kecil bermain petak umpet.
Kegiatan ini juga sekaligus ajang untuk mengeksplorasi keindahan alam pulau terpencil sehingga bisa berkemah semalaman selepas pertandingan.
Mengutip Soranews24, berdasarkan aturan permainan berdurasi dua jam ini, saat seseorang yang menjadi 'itu' atau pencari menemukan orang yang bersembunyi, maka otomatis ia bergantian berperan menjadi 'itu'.
Nantinya akan ada hadiah bagi mereka yang paling lama bersembunyi, serta bagi mereka yang menemukan orang paling banyak. Ada sistem poin di mana 10 poin diberikan untuk setiap 10 menit seseorang tidak ditemukan.
Oni akan menerima setengah dari poin yang didapat korbannya karena bersembunyi. Jadi, jika seseorang bersembunyi selama satu jam sebelum ditemukan, maka ia mendapat 60 poin dan oni yang menemukan orang itu akan mendapat 30 poin.
Akan ada juga mini-game lainnya selama dua hari untuk membuat semuanya tetap menarik. Anggota tim petak umpet nasional Jepang serta Pasukan Bela Diri Jepang juga diperkirakan akan ambil bagian dalam permainan ini.
Pendaftaran dibuka mulai 25 Agustus 2024 dan biaya partisipasi adalah 24.800 yen (USD161) atau setara Rp2,6 juta. Biaya tersebut sudah termasuk makanan, akomodasi dan biaya sewa pulau.
Adapula paket 2 malam seharga 45.800 yen (Rp4,8 juta) di mana peserta dapat menghabiskan satu malam tambahan di penginapan ryokan terdekat dan menikmati sedikit tamasya dan R&R tambahan sebelum berangkat ke pulau.
Meski acara ini diprakarsai Asosiasi Petak Umpet Jepang dengan harapan menemukan bakat untuk mewakili negara di kompetisi internasional, namun tidak ada batasan berdasarkan kewarganegaraan. Meski begitu, kemampuan berbahasa Jepang tentu jadi modal penting untuk mengikuti aturan dan arahan dalam permainan ini.
(Rizka Diputra)