Tidak hanya itu, jumlah data anak-anak yang menderita diabetes tipe 2 juga mengalami peningkatan mencapai 80 persen dan bahkan disertai dengan obesitas. Penyakit ini disebabkan oleh new lifestyle dieses, penyakit gaya hidup baru yang mencakup pola makan buruk dan kurangnya aktivitas fisik.
Selain masalah berat badan, faktor risiko lain untuk diabetes melitus tipe 2 pada anak adalah memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit ini dan lahir dari ibu yang mengalami diabetes saat hamil, atau kondisi medis tertentu yang mempengaruhi cara tubuh memproses insulin.
Gejala diabetes melitus tipe 2 mirip dengan diabetes tipe 1, namun biasanya muncul secara bertahap. Selain itu, salah satu tanda khas adalah perubahan warna kulit di area tertentu, seperti area di sekitar leher atau ketiak.
(Kemas Irawan Nurrachman)