"Jadi, di fasilitas kesehatan kota kecil, dokter jantung gak ada, dokter saraf gak ada. Kalau pun ada dokter jantung, dokter intervensinya gak ada, perawat juga gak ada," tutur dia.
Lalu, ketika ditanya ke pihak RSUD-nya, kasus apa yang angka kematiannya tinggi, jawabannya adalah jantung dan stroke. Sedangkan, dokter spesialis yang ada itu anak dan anestesi.
"Gak ada hubungannya dengan jantung dan stroke," tutur Menkes.
"Jadi, memang Indonesia ini kekurangan dokter dan itu mengakibatkan masyarakat kita tidak terlayani secara optimal," katanya
(Leonardus Selwyn)