Tidak hanya pada daging mentah, daging matang yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan juga bisa memicu risiko penyakit jantung. Meski begitu, jika dibandingkan dengan orang-orang Eropa, dr.Yahya menilai, orang-orang Asia cenderung tidak terlalu berlebihan dalam mengonsumsi daging. Sehingga, mengonsumsi daging bukan menjadi satu-satunya faktor risiko seseorang terkena penyakit jantung.
“Sebenarnya makan daging kalau untuk orang Indonesia, orang Asia itu tidak berlebihan ya dibandingkan kalau misalnya orang Eropa, orang barat. Mereka kan makan steak, segala macam. Kalau kita kan konsumsinya tidak terlalu banyak,” katanya.
“Tapi kalau untuk jantung, daging sebenarnya kalau misalnya dikonsumsi tidak berlebihan, lalu juga memang tidak ada riwayat kolestrol, ya seperti biasa aja. Tapi setiap orang bisa berbeda-beda ya. Nah ini harus selalu dicari tiap orang itu nggak bisa digeneralisir. Jadi harus individu per individu,” ujarnya.
(Leonardus Selwyn)