3 Dokter Gadungan yang Sempat Menghebohkan Indonesia

Lulu Az Zahra , Jurnalis
Rabu 05 Juni 2024 16:37 WIB
3 Dokter Gadungan yang Sempat Menghebohkan Indonesia, (Foto: Ilustrasi Freepik)
Share :

2. Susanto

Selain Alwizan Aminudin, Susanto juga merupakan seorang dokter gadungan yang sempat menjadi perbincangan publik. Dia telah menipu dan mengaku sebagai dokter sebanyak tujuh kali dengan mencuri data, identitas, dan dokumen milik dokter asli asal Bandung bernama Anggi Yurikno.

Padahal, pria yang berasal dari Surabaya ini sebenarnya hanya lulusan SMA tanpa latar belakang pendidikan kedokteran. Susanto sempat menyamar menjadi dokter dan berhasil lolos dalam rekrutmen daring saat pandemi 2020. Dalam posisinya sebagai tenaga kontrak di PT Pelindo Husada Citra (PHC) Surabaya, dia ditugaskan untuk memastikan setiap pekerja dalam kondisi sehat sebelum bekerja.

Sebelumnya, Susanto pernah mengaku sebagai dokter di Grobogan dari 2006 hingga 2008. Selain itu, dia juga sempat bekerja di Palang Merah Indonesia (PMI) serta beberapa rumah sakit lainnya.

 BACA JUGA:

Akibat perbuatannya itu, Suswanto dituntut empat tahun penjara lantaran terbukti melakukan penipuan terhadap PT Pelindo Husada Citra (PHC) Surabaya. Tuduhan tersebut didasarkan pada Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

3. Dokter Ingwy Tito Banyu alias Sunaryanto

Nama lain yang pernah menghebohkan Indonesia dengan penipuan medisnya adalah Sunaryanto. Kasam, selaku ketua RT setempat mengungkap bahwa saat pertama kali melapor, Sunaryanto menyerahkan identitas dengan nama dr. Ingwy Tito Banyu. Itulah yang membuatnya dikenal oleh warga setempat dengan panggilan dr. Banyu.

Dia membuka praktik dokter umum ilegal di Perumahan Taman Cikarang Indah, Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Januari 2024. Menurut Riza, salah satu warga setempat, Sunaryanto menjalankan pemeriksaan pasien layaknya seorang dokter, sehingga tidak ada warga yang menaruh curiga.

Sementara, warga lainnya, Yuli, mengaku bahwa dirinya pernah membawa anaknya berobat ke klinik tersangka karena terdapat benjolan di dekat telinga sebelah kanan. Namun, anaknya ditangani oleh Sunaryanto tanpa prosedur medis yang seharusnya, yaitu dengan langsung membedah tanpa pembiusan.

Selain itu, biaya yang dikenakan terbilang cukup mahal dibandingkan dengan klinik lainnya. Sebelumnya, Sunaryanto juga pernah membuka praktik di wilayah Kecamatan Serangbaru yang akhirnya tercium oleh warga. Warga menjulukinya sebagai dokter tipes karena setiap pasien yang berobat di klinik tersebut selalu didiagnosis menderita tipes.

Kasus ketiga dokter ini menekankan pentingnya verifikasi kredensial dan lisensi dokter sebelum menerima perawatan medis. Masyarakat harus lebih waspada dan melakukan pengecekan melalui situs resmi seperti Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memastikan bahwa dokter yang mereka kunjungi memiliki kualifikasi yang sah.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu mencari informasi dan referensi sebelum memilih dokter atau klinik. Dengan semakin maraknya kasus dokter gadungan, penting bagi kita semua untuk tetap waspada dan berhati-hati. Demikianlah ulasan mengenai tiga dokter gadungan yang sempat menghebohkan Indonesia.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya