Studi Sebut Ultra Processed Food Picu Demensia dan Stroke

Devi Pattricia, Jurnalis
Sabtu 25 Mei 2024 13:00 WIB
Makanan UPF picu demensia dan stroke. (Foto: Freepik.com)
Share :

MAKANAN ultra proses atau Ultra Processed Food (UPF) kini sudah sangat mudah ditemukan di pasaran. Bahkan tak jarang masih banyak orang yang mengkonsumsi UPF setiap harinya. Berbagai jenis makanan yang termasuk ke dalam UPF yaitu seperti sosis, burger, nugget, aneka saus, dan makanan beku lainnya.

Namun sebuah studi di Harvard mengungkap bahwa mengkonsumsi makanan ultra proses ternyata dapat merusak otak seseorang lho. Jurnal tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Neurology.

Melansir People, Sabtu (25/5/2024), penelitian tersebut menyebutkan bahwa mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar dapat dikaitkan dengan stroke dan demensia.

Demensia dilaporkan terjadi pada orang paruh baya jika mereka terlalu banyak mengkonsumsi kue, permen, burger, dan minuman bersoda. Studi tersebut juga menemukan bahwa tingkat konsumsi produk yang lebih tinggi mengakibatkan risiko stroke yang lebih tinggi.

Hal ini menghasilkan kesimpulan bahwa pengolahan makanan memainkan peran penting dalam kesehatan otak secara keseluruhan. Salah satu faktor penyebab makanan ultra proses berbahaya bukan hanya karena kalorinya yang tinggi.

Akan tetapi juga para peneliti tersebut menemukan bakteri di usus dapat terganggu karena makanan produksi industri yang mengandung zat aditif tingkat tinggi. Hal ini dapat menyebabkan penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan yang dihasilkan dalam tubuh akibat zat aditif.

“Sebagian besar makanan ultra proses tidak sehat, dan semakin banyak Anda makan, semakin tinggi risiko berbagai penyakit,” kata Profesor Nutrisi dan Epidemiologi asal Harvard TH Chan, Frank Hu.

Studi tersebut mengambil data lebih dari 30.000 orang dewasa berusia 45 tahun ke atas dan diperiksa oleh Harvard Medical School selama 11 tahun. Metode pengumpulan datanya meliputi kuesioner tentang makanan yang dikonsumsi orang dewasa.

Kemudian studi tersebut menyimpulkan pada akhir penelitian ditemukan 1.108 peserta menderita stroke dan 768 orang didiagnosis mengalami gangguan kognitif.

“Temuan kami menunjukkan bahwa tingkat pemrosesan makanan memainkan peran penting dalam kesehatan otak secara keseluruhan,” kata Dr William Taylor Kimberly selaku penulis utama studi tersebut.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya