MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno secara resmi membuka gelaran Bali Street Carnival yang merupakan side event dari World Water Forum ke-10.
Sandi mengatakan, World Water Forum ke-10 di Bali tidak hanya sebagai forum yang membahas pengelolaan sumber daya air sebagai sumber kehidupan tapi juga bagian dari promosi kekayaan budaya dan pariwisata serta ekonomi kreatif Indonesia.
"Bersama dengan Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Bali, atas arahan Presiden, kami berkolaborasi agar peserta World Water Forum ini bisa lebih mengenal budaya Bali," ujar Sandi
(Foto: dok. Kemenparekraf)
dalam sambutannya saat membuka 'Bali Street Carnival', di Bali Collection Nusa Dua, mengutip website Kemenparekraf.
World Water Forum Bali Street Carnival adalah pawai budaya yang menghadirkan ragam kesenian Bali dengan mengusung tema 'Samudera Cipta Peradaban' yang dimaknai sebagai upaya pemuliaan laut sebagai sumber kesejahteraan semesta yang menjadi asal muasal suatu peradaban.
Pawai sendiri diikuti oleh enam sanggar seni dan melibatkan sekitar 1.200 seniman dari Sanggar Seni Bungan Dedari, Sanggar Seni Paripurna Gianyar, Sanggar Seni Pancer Langit, Sanggar Seni Kokar Bali, Sanggar Seni Gumi Art, dan Sanggar Gita Mahardika.
"Para delegasi sebelumnya sudah dihibur dengan upacara Segara Kerthi dalam Bali Water Purification dan semua mendapat tanggapan yang sangat luar biasa. Para penampil tadi benar-benar memperlihatkan keragaman budaya Bali dan penampilan ekonomi kreatif Indonesia," kata Sandiaga.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Laksana Tri Handoko, serta Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra.
(Foto: dok. Kemenparekraf)
Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo; Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Dunia Usaha, Masruroh; dan Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi; Kurleni Ukar.
(Rizka Diputra)