Faktor Sepele Ini Bikin Hasil Cek Tensi Darah Jadi Tidak Akurat, Ini Penyebabnya

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Jum'at 17 Mei 2024 21:00 WIB
Faktor ini bikin pemeriksaan hipertensi jadi tidak akurat. (Foto: Freepik.com)
Share :

PEMERIKSAAN hipertensi alias tekanan darah kerap dilakukan saat seseorang akan berobat ke klinik atau rumah sakit. Pemeriksaan hipertensi telah menjadi salah satu prosedur yang dilakukan oleh para tenaga medis seperti perawat atau dokter, saat akan mendiagnosa penyakit yang diderita pasien, termasuk untuk mengetahui tekanan darah itu sendiri.

Namun, faktanya, hasil pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan tenaga medis ternyata tidak 100 persen akurat, termasuk di Indonesia. Hal itu lantaran banyak diantara mereka yang justru tampak melalukan prosedur pemeriksaan tekanan darah secara ala kadarnya bahkan hanya dilakukan sekali saja.

Hal tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor, salah satunya bisa dari karena banyaknya jumlah pasien yang harus mereka tangani.

“Bisa dibilang, hasil pemeriksaan tekanan darah dari perawat atau dokter itu, apalagi dilakukan sekali dan dengan kondisi tidak tepat, itu pasti hasilnya salah,” ujar Dokter Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, dr. Tunggul D. Situmorang, di temu media bersama Kementerian Kesehatan RI, dalam rangka Peringatan Hari Hipertensi Sedunia (HHS) 2024, di Hotel Mercure, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (17/5/2024).

Padahal, menurut dr.Tunggul, ada sejumlah syarat atau kondisi yang harus diterapkan baik oleh petugas medis maupun pasien untuk mendapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah yang akurat. Diantaranya yakni kondisi pasien yang harus rileks, tidak merokok dan minum kopi sebelum pemeriksaan, hingga kondisi ruangan pemeriksaan yang harus benar-benar kondusif.

“Nah sebenarnya di seluruh buku dan bahkan selalu ditekankan di guidelines sekarang, untuk menetapkan yang tadi, banyak persiapan. Kalau kita lihat yang pertama adalah bahwa pasiennya itu dalam keadaan istirahat,” tuturnya.

“Tidak baru minum kopi, tidak baru jalan, tidak baru sedang makan obat flu dan seterusnya. Dan kemudian harus rileks. Dan kemudian kamarnya (ruangan) itu tempat mengukurnya harus tenang. Bukan ada orang lalu-lalang,” katanya.

Syarat selanjutnya untuk mendapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah tinggi yang akurat yakni dengan tidak menggunakan pakaian ketat, khususnya di bagian lengan. Selain itu, pasien juga bahkan sama sekali tidak boleh diajak berinteraksi dengan perawat atau dokter yang memeriksa agar kondisinya benar-benar rileks.

“Dikatakan juga dia tidak boleh memakai pakaian yang ketat, khususnya di (bagian) lengannya. Dan tidak boleh diajak ngobrol, padahal kita selama ini (perawat/dokter) melakukan itu, supaya ramah,” ujar dr. Tunggul.

“Apakah ini pernah dikerjakan di rumah sakit? Di praktek dokter? Hampir tidak pernah dilakukan bisa dibilang. Karena banyak faktor, dia istirahat 5-10 menit, nggak begitu banyak, apalagi (menghadapi) pasien BPJS,” ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya