MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi layanan kesehatan yang disiapkan rumah sakit BSH Bogor, khususnya layanan kesehatan bagi lansia.
Sandi mengatakan, salah satu layanan yang disiapkan Rumah Sakit BSH adalah Amanda Living yakni hunian dan tempat berkegiatan yang memberikan komitmen pelayanan kepada senior (lansia).
Alamanda Living merupakan senior living pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan rumah sakit sehingga kecepatan dan keamanan kesehatan dapat tercapai.
Berpadu dengan Rumah Sakit BSH sebagai rumah sakit yang memiliki fasilitas perawatan dengan konsep udara terbuka dengan pemandangan pegunungan dan didukung dengan peralatan kesehatan yang terkini dan akurat, diharapkan dapat menumbuhkan minat wisatawan untuk menjalankan medical tourism di Indonesia.
(Foto: dok. Kemenparekraf)
"Ini sesuai dengan apa yang sedang kita kembangkan yakni medical tourism di Indonesia," ujar Sandi saat visitasi ke Rumah Sakit BSH di Bogor, Jawa Barat, Selasa, 7 Mei 2024, mengutip laman Kemenparekraf.
Menurut Sandi, pengembangan layanan kesehatan di Indonesia akan memberikan dampak yang besar bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).
Masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapat layanan kesehatan yang tidak jarang dilakukan oleh masyarakat sambil berwisata.
Data-data yang dikumpulkan menunjukkan, total USD11 miliar yang dibelanjakan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri.
"Pariwisata medis ini memberikan begitu banyak ruang untuk tambahan revenue, add on kepada industri pariwisata karena length of stay panjang juga belanja kepada produk dan jasa di ekonomi lokalnya ini luar biasa. Jadi (jumlahnya) bukan hanya USD11 miliar, tapi mungkin bisa lebih," tuturnya.
Oleh karenanya, Sandi mengapresiasi layanan yang dihadirkan rumah sakit BSH termasuk Alamanda Living dalam menyiapkan layanan kesehatan khususnya bagi lansia.
Terlebih akan dilakukannya kerja sama antara Alamanda Living, rumah sakit BSH, Kedutaan Besar Belanda, juga Ikatan Keluarga dan Alumni Nederland (IKANED) untuk menarik minat lansia di Belanda untuk merasakan layanan kesehatan sambil berwisata. Khususnya sebagai destinasi musim dingin.
"Saat ini pemerintah juga sedang mencoba sebuah pilot project yaitu kawasan ekonomi khusus (KEK) berbasis kesehatan di Sanur. Ini yang sudah kita kembangkan dan KEK-nya sudah disahkan oleh pemerintah," imbuh Sandi.
"Kita berkomitmen untuk mendukung upaya mencapai sehat dan bugar di Indonesia Aja," terangnya.
Founder IKANED, Irwan M. Habsyah, mengatakan IKANED memiliki jaringan alumni di Indonesia dan Belanda akan turut berupaya memainkan peran dalam meningkatkan kualitas kesehatan lansia sebagai bagian kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Belanda.
Ikatan sejarah dan persahabatan yang erat antara Belanda dan Indonesia merupakan keistimewaan kerja sama ini ke depan. IKANED nantinya akan membuat paket-paket wisata medis yang dapat menjadi pilihan wisatawan.
"Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi para lansia asal Belanda untuk menikmati wisata dan pelayanan kesehatan terbaik di Indonesia," ujar Irwan.
(Rizka Diputra)