Kronologi Dokter Gadungan Timnas Elwizan Lolos Seleksi PSSI, Awalnya Cuma Kondektur Bus

Lulu Az Zahra , Jurnalis
Selasa 07 Mei 2024 18:00 WIB
Dokter gadungan Elwizan Aminudin. (Foto: Instagram @pss sleman)
Share :

KRONOLOGI dokter gadungan timnas Elwizan lolos seleksi PSSI menarik untuk di ulas. Kasus ini telah menjadi perbincangan hangat dalam berbagai media karena melibatkan penipuan dalam dunia medis, terutama di ranah olahraga sepakbola yang banyak digemari masyarakat.

Sebelum kasusnya terungkap, Elwizan pernah menjadi dokter timnas sebelum wabah Covid-19 melanda Indonesia. Elwizan Aminudin telah beraksi sebagai dokter gadungan dari 2013 hingga 2021 dan menangani sembilan tim sepak bola. Berikut Kronologi Dokter Gadungan Timnas Elwizan Lolos Seleksi PSSI.

Melansir dari berbagai sumber pada Selasa (7/5/2024), sebelum bergabung menjadi tim dokter di sejumlah klub liga sepakbola di Indonesia, Elwizan bekerja sebagai kondektur bus dan pedagang warung kelontong. Namun, karena terhimpit masalah ekonomi, Elwizan akhirnya berpikir untuk menjadi dokter gadungan.

Dengan bermodalkan internet, Elwizan mencari contoh ijazah di Google dan mengeditnya sesuai dengan identitasnya agar wujudnya terlihat seperti ijazah asli. Ijazah palsu tersebutlah yang dia pakai untuk masuk menjadi tim dokter di berbagai klub sepakbola Indonesia, termasuk PSS Sleman hingga Timnas Indonesia U-19.

Selanjutnya, Elwizan berhasil bergabung dengan PSS Sleman pada Februari 2020. Pada saat itu, tim tersebut memang sedang membutuhkan tenaga dokter. Pelaku kemudian mendaftar dengan memenuhi beberapa persyaratannya dengan mengirimkannya ke manajemen PSS.

Salah satu persyaratannya adalah ijazah kedokteran dan riwayat hidup singkat. Dengan berbekal pengalaman palsu bahwa pernah bekerja di berbagai tim sebelumnya, Elwizan berhasil meyakinkan manajemen PSS Sleman untuk merekrutnya setelah beberapa pertimbangan.

Sejak saat itu, Elwizan resmi menjadi dokter tim PSS tersebut. Pada tahun pertama, Elwizan mendapatkan gaji Rp15 juta dan masuk di tahun ke dua gajinya dinaikan hingga Rp25 juta per bulan. Namun, pada akhir tahun ke dua, PSS Sleman mendapat rumor bahwa Elwizan bukan seorang dokter.

Identitasnya terbongkar saat dia berpamitan pulang ke Palembang dengan alasan orangtua sedang sakit. Semenjak dia pulang ke Palembang, Elwizan sudah tidak kembali lagi ke Sleman. Hal tersebut yang membuat manajemen PSS sleman curiga dengan identitasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya