Arul sering menahan sakit, sebab rasa sakit tersebut kerap kali muncul ketika malam hari. Saking sakitnya dan tak bisa ditahan, dia hanya bisa menangis dan merintih kesakitan.
Dia pun sempat menjadi bahan ejekan teman-temannya lantaran mengalami kebutaan. Tak jarang teman-temannya memanggilnya ‘Si Buta’. Hal ini sempat membuatnya berhenti sekolah selama tiga bulan. Meski begitu, Aril mulai kembali melanjutkan pendidikannya.
Akan tetapi dia harus diantar ibunya setiap hari karena jarak dari rumahnya ke sekolah cukup jauh. Apalagi Arul dan keluarga tinggal di kawasan pegunungan, jalannya cenderung licin dan terjal.
Terdapat sebuah harapan di lubuk hati Euis, untuk dapat melihat putranya kembali normal dan bisa melihat kembali. Sehingga putranya tak perlu mendapatkan ejekan dari orang-orang di sekelilingnya.
(Leonardus Selwyn)