Gelar Kurasi Bedah Desain Kemasan bagi Pelaku Ekraf di IKN, Sandiaga: Ibarat Raja dan Ratu!

Janila Pinta, Jurnalis
Selasa 30 April 2024 19:21 WIB
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: dok. Kemenparekraf)
Share :

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menggelar program yang paling dinanti oleh pelaku usaha ekonomi kreatif yakni Bedah Desain Kemasan (Bedakan) batch ke-17 di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai upaya penguatan visual dari kemasan produk kreatif lokal.

Program Bedakan batch ke-17 telah memasuki proses kurasi yang berlangsung pada 30 April hingga 1 Mei 2024 untuk menjaring 50 peserta menjadi 25 pelaku usaha terpilih guna mendapatkan penguatan identitas visual, fasilitasi re-desain kemasan dari Kemenparekraf dan ada dukungan pencetakan kemasan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, IKN telah menjadi harapan dari para pelaku usaha kreatif untuk meningkatkan penjualan, membuka lahan usaha, dan lapangan kerja.

(Foto: dok. Kemenparekraf)

"Oleh karena itu kita fasilitasi dengan Bedah Desain Kemasan karena produk-produk UMKM sudah bagus tapi harus kita kemas dengan menarik dan unik. Sehingga bukan hanya bisa menjadi produk unggulan tapi bisa menjadi komoditas ekspor," kata Sandi saat menghadiri acara Bedakkan di Swiss-Belhotel, Balikpapan, seperti dikutip dari laman Kemenparekraf, Selasa (30/4/2024)

Menurut dia, mayoritas pelaku usaha meyakini bahwa produk yang ditawarkan sudah baik. Misalnya saja produk kuliner yang memiliki cita rasa enak.

Namun banyak dari produk ekonomi kreatif belum memiliki visual atau penampilan kemasan yang baik.

Kemasan lanjut Sandi ibarat queen atau ratu, sedangkan isi dan rasa produk adalah raja. Jika keduanya dihadirkan dalam satu produk, maka akan menjadi kingdom atau kerajaan yang kuat, dan akan berdampak pada peningkatan penghasilan dan juga terbukanya peluang usaha.

"Isinya memang rajanya, tapi kemasannya itu adalah ratunya. Dan kalau raja dan ratu bersatu maka akan terbentuk kerajaan. That's your kingdom of business," ulasnya.

Mantan Ketua Kadin itu mengingatkan, meski kemasan menjadi bagian penting dari produk, namun jangan sampai membebani biaya produksi.

(Foto: dok. Kemenparekraf)

Kalau dilihat dari model bisnis yang sehat, untuk menjaga keuntungan maka diperlukan peningkatan penjualan yang diiringi dengan menekan biaya produksi.

"Ini yang saya selalu tekankan dan dari semua UMKM yang sukses mereka mampu menjaga pendapatannya stabil, cenderung meningkat tapi pengeluaran atau biaya produksinya ditekan seefisien mungkin," tandas Sandi.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya