VAPE atau rokok elektrik kini tengah ramai digunakan banyak orang. Sering kali, mereka menganggap vape sebagai pengganti rokok batang dan dianggap tak lebih berbahaya. Padahal, sederet ancaman penyakit juga mengintai bila seseorang sering mengisap rokok elektrik alias vape ini, salah satunya ialah ancaman risiko gagal jantung.
Hal itu diungkap oleh Dokter Umum, dr. Adam Prabata. Melalui unggahan Instagram-nya, @adamprabata, penilitian mengungkap bahwa sering nge-vape bisa meningkatkan risiko gagal jantung pada seseorang. Adam mengatakan peningkatan risiko gagal jantung bagi para pengguna vape pun cukup tinggi yakni mencapai 19 persen.
“Peningkatannya itu bisa mencapai 19 persen lebih tinggi risikonya dibandingkan orang yang tidak pernah ngevape,” tutur Adam.
Melansir Unitu Point, Kamis (25/4/2024), ngevape bisa menyebabkan timbunan kolesterol di arteri menjadi lebih tidak stabil dan lebih besar kemungkinannya untuk pecah. Jika hal ini terjadi, dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan di pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.