Selain karena infeksi pada sel induk di sumsum tulang, anemia aplastik yang menyerang Babe Cabita ini juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti efek samping radiasi dan kemoterapi, paparan bahan kimia beracun, penggunaan obat tertentu, gangguan autoimun, dan lainnya.
Secara khusus, seorang yang terkena penyakit anemia aplastik tidak mengalami gejala apapun. Akan tetapi, biasanya orang-orang yang mengidap penyakit ini akan terlihat kelelahan, sesak nafas, kulitnya pucat, mimisan, memar yang tidak dapat dijelaskan, ruam kulit, sakit kepala, detak jantung tidak teratur, hingga pendarahan yang berkepanjangan akibat luka.
Babe Cabita sendiri merupakan komika asal Medan yang lahir pada 5 Juni 1989. Ia merupakan jebolan ajang pencarian bakat Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) tahun 2012 yang semakin terkenal karena kerap tampil di televisi dan layar lebar.
Babe Cabita meninggal dunia dengan meninggalkan istri beserta dua orang anaknya. Kepergian Babe tentu menjadi duka mendalam bagi dunia hiburan tanah air.
(Rina Anggraeni)