Dirinya jatuh kritis saat belum mengetahui bahwa penyakit yang sebetulnya sedang diidapnya adalah Anemia Aplastik. Bahkan sang dokter sempat mendiagnosis dirinya terkena Leukimia. Hal ini karena sang dokter menemukan darah putih saat mengambil pemeriksaan darah pertama.
Selama berjuang melawan masa-masa kritisnya, Babe harus merasakan menggigil parah, kesulitan untuk tidur, dan halusinasi. Demamnya pun mencapai lebih dari 40 derajat celcius sehingga membuat dirinya semakin lemah dan mudah berhalusinasi. Babe mengaku dirinya sempat mengira dirinya akan segera meninggal dunia
(Leonardus Selwyn)