Lebih lanjut dr Sunu menjelaskan henti jantung terjadi ketika listrik jantung berdenyut super cepat (>300 denyut per menit), yang mengakibatkan seseorang kolaps. Bahkan bisa meninggal dalam waktu kurang dari 10 menit, sehingga sering disebut sebagai Kematian Jantung Mendadak (KJM) atau sudden cardiac death.
Untuk itu, diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk mengidentifikasi apakah seseorang mempunyai risiko tinggi mengalami KJM dengan EKG. EKG memiliki peran penting sebagai rekaman aktivitas listrik jantung ke dalam sebuah kertas.
“Pemeriksaan EKG merupakan pemeriksaan sederhana yang penting dalam mengidentifikasi apakah seseorang berisiko tinggi mengalami KJM atau tidak,” kata dr Sunu.
(Leonardus Selwyn)