DALAM melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, berbagai persiapan perlu dilakukan dengan baik agar tubuh senantiasa sehat selama sebulan penuh. Tubuh memerlukan penyesuaian pola makan dan tidur yang berbeda termasuk kebiasaan konsumsi makanan dan minuman untuk menunjang daya tahan tubuh.
Menurut hasil survei F&B Trend Movement and Financial Plan 2024 dari Populix, hanya enam persen dari masyarakat Indonesia yang mengonsumsi susu saat sahur.
Konsumsi susu saat sahur memiliki beberapa manfaat penting, antara lain dapat menambah asupan protein tinggi yang mampu mempertahankan massa otot dan memberikan energi tahan lama dalam menunjang periode puasa yang panjang.
“Pada bulan suci Ramadan, penting untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan seimbang, salah satunya adalah susu. Program dukungan ini merupakan komitmen kami bagi masyarakat untuk mendapatkan asupan gizi yang dapat mendorong peningkatan kualitas hidup yang lebih sehat," ujar Mirna Tri Handayani, Business Executive Officer Adult Dairy & Food PT Nestlé Indonesia.
"Hal ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu saat ini dan generasi mendatang,” katanya.
Lebih lanjut, Corporate Nutritionist PT Nestlé Indonesia Eka Herdiana menjelaskan, mengonsumsi susu pada saat sahur menjadi salah satu cara yang baik untuk mendukung kualitas ibadah puasa masyarakat Indonesia.
"Kandungan air yang tinggi pada susu dapat membantu meningkatkan hidrasi. Selain itu, susu juga dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama karena kandungan protein dan lemaknya dapat memperlambat proses pencernaan dan membantu mencegah rasa lapar yang terlalu cepat muncul saat berpuasa," tuturnya.
"Terakhir, susu dapat memperbaiki cairan tubuh lewat kandungan elektrolit yang terkandung seperti kalium, dan natrium yang dapat membantu memperbaiki cairan tubuh yang hilang selama berpuasa," katanya.
(Leonardus Selwyn)