INDONESIA sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia memiliki banyak masjid yang tersebar seluruh wilayah nusantara.
Masjid-masjid tersebut memiliki gaya arsitektur unik dan memukau sehingga kerap menjadi destinasi wisata religi para traveler.
Salah satu yang mengundang daya tarik ialah Masjid Agung Nurul Yaqin atau yang lebih dikenal dengan Masjid Seribu Pintu di Tangerang. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi paling populer.
Masjid ini berlokasi di Jalan Kampung Bayur, kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten ini menyimpan benda-benda tak biasa.
Berikut Okezone rangkumkan lima fakta menarik tentang Masjid Seribu Pintu di Tangerang, Banten.
1. Dibangun oleh keturunan Sunan Gunung Jati
Masjid Seribu Pintu di Tangerang atau Masjid Nurul Yaqin didirikan sejak 1978 oleh Syekh Al Bakhir Mahdi Hasan Al Qudrotillah Al Muqoddam yang dijuluki sebagai Al Faqir.
(Foto: Instagram/@riazaman)
Syekh Al Bakhir yang merupakan keturunan keenam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati mendirikan Masjid Nurul Yaqin menggunakan uangnya sendiri tanpa bantuan pihak lain.
2. Makam pendiri selalu ramai peziarah
Syekh Al-Bakhir Mahdi Hasan Al-Qudrotillah Al-Muqoddam meninggal pada 1 Ramadhan 2012 dan dimakamkan di Masjid Seribu Pintu. Makam Al Faqir ini punya ruangan tersendiri yang kerap didatangi pengunjung untuk berziarah.
3. Ada ruang khusus menginap para musafir
Masjid Seribu Pintu memiliki beberapa ruangan. Antara lain ada Mushola Ratu Ayu, tempat wanita melaksanakan ibadah sholat, dan ada pula tempat yang diperuntukan bagi para musafir. Musafir yang datang dari jauh diperbolehkan untuk menginap di ruangan khusus musafir tersebut.
4. Tasbih raksasa
Daya tarik dari Masjid Seribu Pintu di Tangerang ini juga berasal dari sebuah tasbih raksasa di dalamnya. Tasbih dengan ukuran tidak wajar itu disimpan pada sebuah ruangan dan untuk sampai ke sana harus melalui lorong sempit.
Bayangkan saja, ukuran setiap butir tasbih hampir sebesar kepala bayi manusia. Jumlah butirnya ada 99 dan setiap butir berisi lafal Asmaul Husna.
5. Ruang perenungan
Masjid Seribu Pintu di Tangerang bukan sekadar dijadikan tempat beribadah sholat. Masyarakat juga datang untuk muhasabah di sebuah ruangan perenungan.
Ruangan itu sangat gelap dan cukup sempit dengan tinggi hanya 150 meter. Biasanya, pengunjung datang kesana untuk zikir dan merenungi perbuatan masa lalu hingga kematian.
(Rizka Diputra)