BENARKAH demam berdarah itu menular? Ini fakta lengkapnya bagi yang belum tahu. Apalagi ini masuk sebagai penyakit parah yang mengancam jiwa.
Gejalanya tersebut dapat merusak dinding pembuluh darah kecil, menyebabkan kebocoran, dan menghambat kemampuan darah untuk membeku.
Lantas benarkah demam berdarah itu menular? Ini fakta lengkapnya yang diungkapkan oleh peneliti. Penularan beberapa demam berdarah dari orang ke orang dapat terjadi ketika virus menyebar ke manusia dengan melakukan kontak hewan atau serangga yang terinfeksi.
Salah satunya digigit oleh nyamuk Aedes aegypti. Sedangkan penularan virus dari orang ke orang bisa terjadi. Hal ini pasien yang terjangkit demam berdarah seringkali melalui kontak langsung atau di fasilitas kesehatan tanpa prosedur pengendalian infeksi yang memadai.
Namun, penelitian lebih lanjut penularan dari orang ke orang bakal diteliti lebih lanjut. Sebab, beberapa demam berdarah akibat virus disebarkan melalui gigitan nyamuk atau kutu.
Yang lainnya menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti darah, air liur atau air mani. Beberapa jenis virus dapat terhirup dari kotoran atau urin tikus yang terinfeksi.
Jika Anda bepergian ke daerah di mana demam berdarah tertentu sering terjadi, Anda dapat tertular di sana tetapi tidak menunjukkan gejala sampai Anda kembali ke rumah. Tergantung pada jenis virusnya, diperlukan waktu dua hingga 21 hari hingga gejala muncul.
Demam berdarah akibat virus menyebar melalui kontak dengan hewan atau serangga yang terinfeksi. Virus penyebab demam berdarah virus hidup di berbagai hewan dan serangga. Umumnya inangnya adalah nyamuk, kutu, hewan pengerat, atau kelelawar.
Sementara itu, mencegah demam berdarah akibat virus merupakan suatu tantangan. Jika Anda tinggal, bekerja, atau bepergian ke daerah di mana penyakit ini umum terjadi, lindungi diri Anda dari infeksi dengan menggunakan pelindung yang sesuai saat menangani darah atau cairan tubuh. Misalnya saja memakai sarung tangan serta pelindung mata dan wajah.
Tindakan pencegahan juga mencakup penanganan, desinfeksi, dan pembuangan spesimen dan limbah laboratorium secara hati-hati.
(Rina Anggraeni)