KEMENTRIAN Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan angka kejadian kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia saat ini tercatat memiliki sebaran kasus kumulatif sampai dengan minggu ke-11 tahun 2024 mencapai 35.556 kasus. Hal itu semakin mengkhawatirkan dengan 290 pasien diantaranya meninggal dunia.
“Ini adalah data tahun 2024 sampai minggu ke 11 ada lebih dari 35.556 kasus demam berdarah di Indonesia. Sedangkan kasus kematiannya total ada 290 kematian dengan kasus kematian terbesar itu ada di Jawa Barat ada 94 kasus,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Imran Pambudi, MPH dalam acara Talkshow dan Buka Puasa Bersama Media dan Blogger, Kamis 21 Maret 2024.
Dokter Imran mengatakan ada lima Kabupaten/Kota dengan kasus tertinggi di wilayah Indonesia yaitu Kota Bandung, Kendari, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, dan Kabupaten Subang. Akan tetapi, jika dilihat dari kematian wilayah paling tinggi ada di Jepara, Bandung, Subang, Kendal, dan Blora.
Menurutnya, wilayah tersebut bisa menjadi paling tinggi terdampak karena ada sangkut pautnya dengan banjir yang melanda daerah pantura. Alhasil menyebabkan masyarakat yang terdampak mengalami kesulitan untuk datang ke fasilitas kesehatan.
Disisi lain, peningkatan kasus DBD di Indonesia terjadi karena beberapa faktor, yang mana salah satunya adalah cuaca yang tidak menentu sehingga menyebabkan nyamuk Aedes Aegypti mudah berkembang biak.
“Kalau kita lihat sekarang hujannya ini kalau saya bilang aneh, hujan deras selama beberapa hari kemudian panas. Nah ini yang menyebabkan genangan yang ada dari hujan tersebut itu menimbulkan breeding places, menimbulkan sarang-sarang nyamuk yang akan semakin banyak nyamuknya berkembang biak,” ucap dr Imran.
“Justru akan lebih aman kalau hujannya itu terus menerus ada, sehingga airnya akan terganti. Justru hujan yang seperti ini sifatnya itu justru berbahaya terkait demam berdarah,” katanya.
(Leonardus Selwyn)