Aksi itu dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana macam ember, panci hingga botol bekas. Mereka juga menyerukan lagu-lagu atau yel-yel khusus yang membuat suasana semakin seru.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan itu oleh Pemkab Tanjung Jabung Barat akhirnya dikembangkan mennjadi sebuah festival atau event yang diperlombakan antar kalangan. Mulai dari remaja masjid, organisasi, sanggar hingga anak muda kreatif yang memperebutkan piala bergilir serta uang tunai puluhan juta rupiah.
Khususu tahun ini, festival tersebut masuk dalam 110 event terbaik Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf yang diuka secara langsung oleh Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.
(Rizka Diputra)