BULAN suci Ramadhan menjadi momen paling dinanti umat Islam sedunia. Berbagai negara punya tradisi unik dalam menyambut bulan penuh berkah dan ampunan ini.
Salah satunya ialah Arab Saudi. Ya, masyarakat Saudi yang mayoritas muslim begitu mengangungkan Ramadhan.
Selain mengisi dengan berbagai ritual ibadah, mereka juga punya tradisi unik dalam menyambut bulan waktu turunnya kitab suci Alquran itu.
Berikut Okezone rangkumkan lima tradisi unik Arab Saudi menyambut bulan suci Ramadhan.
1. Ledakkan meriam
Meledakkan meriam sebagai penanda waktu berbuka puasa saat awal Ramadhan sudah mentradisi di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi. Namun, belakangan tradisi ini mulai hilang karena sudah ada handphone, radio, dan TV untuk memberi tahu waktu berbuka.
Meledakkan meriam saat waktu buka puasa awalnya ada di Mesir, kemudian tradisi ini menyebar ke negara-negara sekitarnya.
Menurut sejarah awalnya tradisi ini terjadi karena ketidaksengajaan. Mulanya adalah saat Sultan Mamluk Khosh Qadam menguji meriam baru miliknya.
Kebetulan saat itu merupakan hari pertama Ramadan dan meriam ditembakkan saat waktu magrib tiba. Hal ini menjadi kesalahpahaman, masyarakat mengira tembakan tersebut sebagai tanda berbuka puasa.
(Foto: X/@Ep_events_sa)
Namun pada akhirnya pemerintah Arab Saudi saat itu menetapkan bahwa pengunaan meriam dilakukan sebagai tanda buka puasa, sahur dan imsak, serta hari-hari libur resmi.
2. Mendekor masjid dan jalan utama
Setiap jelang Ramadhan, masjid-masjid di Arab Saudi akan mulai dihiasi lampu-lampu berwarna-warni maupun dekorasi lainnya.
Selain itu, berbagai ruas jalan utama dan pusat perbelanjaan juga akan didekor secara khusus dalam rangka menyambut bulan Ramadhan sehingga terasa lebih meriah dan semarak.
3. Menggelar bazaar
Kegiatan ini memang rutin dilakukan jelang dan saat Ramadhan tiba. Masyarakat bisa berburu kuliner khas Ramadhan.
Bazaar Ramadhan selalu menjadi magnet terutama menjelang waktu berbuka. Camilan khas Timur Tengah maupun berbagai minuman segar bisa dinikmati pengunjung dengan penuh rasa suka cita.
4. Menyiapkan hidangan khas
Arab Saudi memiliki hidangan ciri khas ketika bukan Ramadhan. Seperti Kunafa, Logaimat, Hanini, Jarish, Saloona, dan lain-lain. Makanan ini dihidangan dari berbagai macam daerah di Arab Saudi.
Makanan Hanini menjadi hidangan khas wilayah tengah Arab Saudi. Makanan ini dibuat seperti bubur yang berbahan dasar kurma, tepung terigu, gula, dan ghee. Ada juga Jarish, sebuah makanan gurih yang terbuat dari gandum.
Kemudian makanan Saloona menjadi ciri khas di wilayah timur. Makanan ini seperti sup daging yang berisi sayuran. Biasanya dihidangkan untuk berbuka puasa.
(Foto: Visit Saudi)
5. Begadang
Saat memasuki bulan Ramadhan, masyarakat Arab Saudi banyak yang tidak tidur bahkan setelah shalat tarawih. Aktivitas malam hari diisi antara lain dengan beribadah, atau berkumpul di halaman rumah, pinggir jalan, nongkrong di taman kota.
Suasana malam Ramadhan pun sangat hidup terlebih toko-toko dan pusat perbelanjaan buka hingga menjelang sahur. Saat Ramadhan, biasanya warga Arab Saudi memilih tidur setelah subuh.
(Rizka Diputra)