5. Mampu berlari 40 km/jam
Wombat dapat berlari dengan kecepatan hingga 40 km per jam, dan dapat memertahankan kecepatan ini selama beberapa detik. Ini membuat mereka sulit dikejar, dan bahkan ada laporan tentang manusia yang terjatuh akibat serangan wombat.
6. Kotoran berbentuk kubus
Kotoran wombat memiliki bentuk kubus yang unik karena usus mereka memiliki kemampuan untuk membentuknya.
Wombat sering menggunakan kotorannya untuk menandai wilayahnya, dan bentuk kubusnya diyakini membantu agar kotoran tidak bergulung dan menjaga sinyal bau tetap di tempatnya.
(Foto: Instagram/@all_around_images)
7. Sarangnya bisa lindungi hewan lain
Selama kebakaran hutan, liang wombat dapat menjadi tempat perlindungan bagi berbagai hewan lain.
Terowongan yang terdapat di liang wombat, juga dikenal sebagai sarang, bisa sangat besar dan memberikan perlindungan dari api bagi mamalia kecil lainnya seperti walabi, bettong, skink, dan bahkan penguin kecil.
8. Wombat raksasa pernah hidup di masa prasejarah
Pada masa prasejarah, Australia pernah dihuni oleh kawanan wombat raksasa yang disebut Diprotodon. Hewan ini memiliki tinggi sekitar 1,8 meter dan berat mencapai 2.800 kilogram, menjadikannya sebanding dengan seekor badak.
(Rizka Diputra)