“Pada artroskopi, sayatan yang dibuat hanya sekitar satu centimeter saja dan bekas operasinya cenderung cepat sembuh. Pasien hanya wajib melalui observasi saja dan bisa segera pulang sehingga biaya yang dikeluarkan lebih rendah. Jika penyembuhannya cepat, pasien dapat memulai kembali aktivitasnya lebih cepat atau melakukan terapi pasca operasi apabila diperlukan," tuturnya.
Menariknya, tindakan artroskopi yang sangat canggih ini sudah masuk dalam cover BPJS. Jadi, pasien yang memiliki masalah sendi bahu dan lutut bisa langsung melakukan pengobatan artroskopi. Pasien dapat langsung datang dan berobat ke rumah sakit besar yang bekerja sama dengan BPJS seperti RSCM dan RS Tarakan. Sementara jika tidak menggunakan BPJS, maka tindakan artroskopi akan merogoh kocek puluhan juta.
(Leonardus Selwyn)