“Dibandingkan dengan laki-laki yang bekerja penuh waktu. Para pekerja paruh waktu atau pekerja sementara memiliki risiko empat kali lebih besar tanpa pengalaman heteroseksual pada usia 25 hingga 39 tahun. Sementara itu, pengangguran memiliki risiko sebanyak delapan kali lebih besar,” ujar Ueda.
4. Britania Raya
Terakhir, Inggris yang tampaknya tengah menghadapi tantangan resesi seks. Menurut Survei Nasional Perilaku Seksual dan Gaya Hidup (Natsal), sejak 2001 hingga 2012 menyatakan mengalami penurunan gairah. Berkurangnya minat seksual terjadi secara signifikan pada responden usia 25 tahun ke atas, baik yang sudah menikah maupun tinggal bersama.
(Leonardus Selwyn)