Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek, Hindari Waktu Perjalanan Malam Hari Ya Travelers!

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis
Jum'at 02 Februari 2024 15:18 WIB
Ilustrasi (Foto: Pexels/Wendy Wei)
Share :

LIBUR panjang Imlek dan Isra Miraj diprediksi akan membuat mobilitas masyarakat yang hendak liburan menjadi tinggi. Guna menghindari kemacetan, banyak yang memilih melakukan perjalanan malam hari, lah emangnya boleh?

Waktu malam hari biasanya dipilih banyak orang untuk memulai perjalanan karena dinilai lebih nyaman dan jalan dianggap sepi.

Kondisi cuaca yang tidak terik akibat paparan sinar matahari dirasa membuat perjalanan lebih menyenangkan.

Terkait hal ini, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana membantah anggapan tersebut.

Menurutnya, berkendara di malam hari dapat menimbulkan risiko besar hingga menyebabkan kecelakaan fatal.

“Pilih waktu perjalanan saat kondisi terang. Ini akan membuat visibilitas lebih luas dan tidak mengganggu siklus tubuh. Mencari tempat peristirahatan atau bantuan dalam kondisi darurat juga lebih mudah,” kata Sony kepada MNC Portal.

Memilih waktu perjalanan di malam hari juga dianggap dapat menghindari kepadatan lalu lintas. Padahal, di momen libur panjang akan dipadati kendaraan karena semua orang melakukan perjalanan untuk menuju ke sejumlah destinasi wisata.

“Ada anggapan kalau perjalanan malam lebih nyaman, tidak juga karena mata akan bekerja keras jadi lebih capek. Kalau alasannya menghindari kemacetan, pasti pagi, siang, sore, atau malam akan padat,” kata dia.

Untuk melakukan perjalanan jarak jauh, Sony menjelaskan bahwa traveler harus beristirahat cukup. Ini untuk memastikan memiliki konsentrasi yang cukup saat mengemudi agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

“Pengemudi wajib mempersiapkan diri 3 hari sebelum melakukan perjalanan, dan beristirahat total satu hari sebelum melakukan perjalanan. Jika melakukan pola tersebut, maka perjalanan akan lebih aman karena kondisi fisik pengemudi bugar,” ucapnya.

Terlebih, kecelakaan kerap terjadi akibat pengemudi hilang konsentrasi. Gangguan microsleep seringkali menyerang pengemudi hingga mengakibatkan kecelakaan fatal saat melaju di jalan tol.

“Jaga kesehatan, pastikan asupan makanan dan minuman setidaknya mendekati 4 sehat 5 sempurna. Kemudian menerapkan gaya berkendara defensif, paling tidak ini memberikan rasa aman selama perjalanan,” saran Sony.

Ia pun menyarankan kepada traveler yang hendak menempuh perjalanan darat dengan membawa mobil sendiri agar berhenti setiap tiga jam perjalanan. Hal itu diperlukan untuk meregangkan otot-otot sekaligus menyegarkan pikiran agar tidak terserang kantuk selama perjalanan.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya