Namun, lumbung tersebut dibakar habis oleh VOC. Hal ini menimbulkan kelaparan dan penderitaan bagi pasukan Mataram. Kerajaan Mataram pun takluk untuk kedua kalinya dan diperparah dengan kemunculan wabah penyakit kolera.
Sultan Agung pun bingung mengapa pihak VOC bisa mengetahui lumbung makanan yang hanya diketahui segelintir orang saja. Setelah diselidiki, rupanya orang kepercayaannya sendirilah yang membocorkan hal itu ke VOC, tak lain dan tak bukan yakni sosok Tumenggung Endranata.
Tumenggung Endranata yang telah mengkhianati kerajaannya sendiri tergoda oleh VOC akan iming-iming akan diangkat menjadi raja menggantikan Sultan Agung jika Mataram kalah dari VOC.
Makam Tumenggung Endranata (Foto: YouTube/Berakhir Pekan)
Atas perbuatannya itu, Tumenggung Endranata dijatuhi hukuman berat. Ia dihukum pancung, tubuhnya lalu dimutilasi menjadi tiga bagian yakni kepala, badan, dan kaki yang dimakamkan secara terpisah di area pemakaman Imogiri, sebelah selatan Yogyakarta.
Bagian kepalanya dikubur di tengah-tengah Gapura Supit Urang, tubuhnya ditanam pada tengah anak tangga dengan permukaan yang tidak rata, sedangkan kakinya dikubur di tengah kolam.
Makam yang menjadi anak tangga dengan permukaan bergelombang itu masih bisa dilihat hingga kini. Bahkan, makam ini justru dianjurkan untuk diinjak setiap orang yang datang berziarah ke Imogiri, untuk menghinakan Tumenggung Endranata, sang pengkhianat Kerajaan Mataram Islam.
(Rizka Diputra)