MEMILIKI anak bulu seperti kucing atau anjing memang bisa menjadi teman bagi kita ataupun si kecil. Tak jarang orang tua yang memiliki anak kecil mengenalkan ke hewan peliharaannya, bahkan tak jarang diajak main hingga tidur bareng.
Tujuan orang tua membiarkan si kecil tidur bareng hewan peliharaan adalah untuk menjaga atau menjadi teman saat tidur. Sebab sebagian orang tua mengajarkan kemandirian anaknya untuk tidur sendiri di kamar sejak kecil.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian banyak orang, khususnya dokter anak yang sangat menyayangkan hal tersebut. Salah satunya adalah Dokter Spesialis Anak, dr. Harun Albar, SpA M.kes.
Dokter Harun menyayangkan tindakan orang tua yang membiarkan anaknya tidur bareng hewan peliharaan. Menurutnya hal itu sebaiknya dihindari.
"Apalagi kalau keluarga bapak ibu itu ada risiko alergi. Karena sebersih-bersihnya peliharaan, sudah diimunisasi, tapi risiko alergi terhadap bulu itu masih ada," ujar dr Harun seperti dikutip dari X @harun_albar, Sabtu (27/1/2024).
Dokter Harun menjelaskan bentuk risiko kesehatan ketika si kecil banyak terpapar bulu dari hewan sangat beragam. Mulai dari rhinitis, sesak napas, dan kulit bisa kena eksim maupun dermatitis.
"Apalagi kalau kucingnya nggak bersih, bisa infeksi virus, infeksi bakteri, dan diare," tambahnya.
Lebih lanjut dr Harun meminta kepada para orang tua untuk tidak membiarkan anaknya tidur dengan hewan peliharaan. "Mending anak tetap tidur bareng orang tua. Kalau mau latih kemandirian, ya nggak harus sama peliharaan kan?," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)