Selain itu, adanya faktor albumin yang kurang juga dapat mempengaruhi kondisi ini. Untuk itu, sangat penting agar seseorang mencari tahu terlebih dahulu apakah gangguan tersebut berasal pada hati atau ginjal. Selanjutnya apabila masalah itu sudah diketahui penyebabnya baru bisa diperbaiki.
Di sisi lain, adanya pembekuan pembuluh darah di bagian betis dapat mempengaruhi seseorang mengalami bengkak pada kaki. Kondisi ini disebut dengan deep vein tromboflebitis, yang mana pengobatannya tentu harus diserahkan kepada dokter.
“Ada obat anti pembekuan seperti heparin. Kemudian dilanjutkan obat-obatan pil untuk sekitar enam bulan. Jadi intinya harus dicari dulu sebab pembengkakan kaki pada usia lanjut. Apakah karena ginjal, kelainan pembuluh darah betis, liver, atau masalah lain. Kemudian baru diobati,” tutur Profesor Zubairi.
“Kadang dokter sesekali memberikan obat diuretik misalnya furosemide atau untuk pasien yang memiliki gangguan jantung kadang-kadang diberikan obat spironolactone,” katanya.
(Leonardus Selwyn)