Berjuluk Atlantis Indonesia, Inilah Suku Penguasa Kota Gaib Saranjana

Narissa Nurulita Pamuji, Jurnalis
Jum'at 26 Januari 2024 04:02 WIB
Bukit Saranjana di pinggir Pantai Oka-Oka, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Foto: YouTube/Mif Cungkring)
Share :

NAMA Saranjana sempat viral beberapa waktu lalu lantaran maraknya kesaksian orang-orang yang mengaku pernah melihat penampakan bahkan bertemu dengan penghuni kota gaib tak kasat mata itu.

Saranjana tidak hanya terkenal di Nusantara, namanya bahkan sudah tidak asing bagi warga Malaysia dan Brunei yang memang bertetangga dekat dengan Pulau Kalimantan.

Kota Saranjana digambarkan sebagai kota gaib berperadaban maju yang dihuni oleh orang bunian atau bangsa limun yang terkadang bisa menampakkan diri namun lebih sering menyembunyikan dirinya dari keramaian. Peradabannya yang maju membuat Kota Saranjana dijuluki 'Atlantis-nya Indonesia'.

Mengutip channel YouTube Putera Borneo, penduduk Saranjana sekilas seperti manusia biasa namun ada beberapa ciri fisik yang mencolok yakni mereka tidak memiliki lekukan di antara bibir dan hidung (philtrum), ujung telinga lancip, dan tidak memiliki tumit di kakinya (telapak kaki rata).

Ilustrasi Kota Gaib (Foto: Pixabay)

Konon, pada masa penjajahan dahulu, gerbang Kota Saranjana sempat terbuka lebar. Hal tersebut membuat penduduk pribumi, khususnya masyarakat Kalimantan Selatan sibuk mencari tempat persembunyian yang aman dari ancaman penjajah.

Namun, tanpa disadari, mereka telah memasuki alam gaib Kota Saranjana. Akhirnya kebanyakan warga Kalimantan Selatan bersemayam di sana serta memiliki keturunan hingga sekarang ini.

Selain itu, adapula masyarakat lokal yang masuk ke kota itu karena diajak oleh warga setempat, serta dibawa keluar masuk Saranjana.

Wajar saja jika kini Saranjana banyak dihuni oleh masyarakat dengan berbagai macam suku di Nusantara, seperti Dayak Samihim, Banjar, Bugis, Mandar, Jawa hingga Madura.

Warga asli Saranjana dan pendatang hidup damai berdampingan tanpa adanya gesekan satu sama lain, dengan dipimpin seorang raja yang berasal dari Suku Banjar.

Secara administratif, Kota Saranjana masuk dalam wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Sehingga, penduduk mayoritas di sana dihuni oleh Suku Banjar.

Maka tak heran lagi jika bahasa pergaulan sehari-hari yang digunakan di kota tersebut menggunakan Bahasa Banjar.

Mereka inilah yang kerap keluar masuk, bahkan membaur dengan manusia di alam nyata, tanpa disadari.

Banyak hal aneh yang telah terjadi, seperti di pusat keramaian Kotabaru. Pernah pada tahun 2005 silam, di kota tersebut menggelar konser dengan mendatangkan sejumlah artis papan atas ibu kota.

Peta Saranjana (Foto: Salomon Muller)

Saat konser berlangsung, ribuan orang hadir menonton namun anehnya mereka tidak fokus menonton konser, tetapi justru sibuk dengan kegiatannya masing-masing. 

Seperti mengobrol, berdagang atau hanya sekadar nongkrong biasa. Yang lebih mengejutkan lagi, di pertengahan konser tersebut penonton yang tadinya ramai perlahan lenyap secepat kilat entah ke mana perginya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya