Tidak hanya itu, seluruh data penimbangan balita dari Posyandu secara by name by address juga sudah terhubung dengan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) di level nasional, dan hasil penimbangan balita akan diterima oleh orang tua lengkap dengan grafik pertumbuhan dan informasi status gizi balita secara otomatis.
Dengan demikian, setiap bayi dan anak yang berisiko stunting akan lebih dahulu diketahui dan lebih mudah untuk dilakukan intervensi selanjutnya. Lebih lanjut, Presiden Jokowi menuturkan bahwa pemerintah juga melengkapi setiap puskesmas dan posyandu dengan alat antropometri digital.
“Memberikan timbangan bayi yang kita berikan ke posyandu-posyandu, ada 300 ribu timbangan yang sudah kita berikan. Yang sebelumnya tidak ada, semuanya sekarang diberikan timbangan. Untuk ck berat badan bayi, panjang, dan semuanya,” ucap Presiden Jokowi.
Oleh karena itu, dengan diketahuinya status gizi anak sejak dini, diharapkan kebutuhan anak juga akan lebih terdeteksi baik yang sudah terpenuhi atau belum terpenuhi. Sehingga selanjutnya bisa dilakukan intervensi agar tidak menimbulkan sejumlah masalah gizi pada balita.
(Leonardus Selwyn)