Sementara itu, pada tahun 2004, di jalur yang lebih kecil yang dibangun khusus untuk pembangun yang bekerja di pembangkit listrik tenaga air. Sebuah kereta yang dipenuhi orang bertemu langsung dengan kereta yang membawa semen sehingga melukai tiga pekerja konstruksi.
Menyitir Mirror, sejarah memalukan ini telah membuat masyarakat Islandia merasa 'tidak nyaman' ketika berhubungan dengan kereta api. Meskipun ada banyak upaya untuk memulai jalur ini pada abad ke-20, rencana selalu gagal.
Spekulasi beredar bahwa pemerintah Islandia bermaksud membangun jalur kereta api berkecepatan tinggi dari ibu kota, Reykjavik, ke bandara utama negara di Keflavik.
Dinamakan 'Lava Express' yang mengacu pada aktivitas gunung berapi di Islandia, jalur ini akan memudahkan wisatawan internasional untuk melintasi medan yang sulit.
Konstruksi akan dimulai pada tahun 2022, dan penumpang pertama akan diterima pada tahun 2025.
Namun, tampaknya pekerjaan bawah tanah belum mulai beroperasi dalam waktu dekat. Islandia Review melaporkan bahwa ada masalah pendanaan pascapandemi Covid dan proyek tersebut tidak akan dimulai dalam waktu dekat ini.
(Rizka Diputra)