MENDAKI gunung saat ini menjadi kegiatan yang kian diminati, khususnya di kalangan generasi muda.
Banyak dari mereka bahkan menganggap mendaki gunung sebagai hobi yang menantang dan mengasyikkan.
Di Indonesia, terdapat banyak gunung indah dengan medan yang unik, memberikan tantangan dan kebahagiaan tersendiri bagi para pendaki.
Namun, di balik popularitas pendakian ini, masih terdapat banyak pendaki yang terbatas pengetahuannya tentang kegiatan tersebut.
Kekurangan wawasan ini bisa menyebabkan kurangnya kemampuan untuk menavigasi dan memahami medan yang dihadapi selama pendakian.
Oleh karena itu, bagi anda yang tertarik untuk mencoba mendaki gunung, penting untuk memahami berbagai istilah yang umum digunakan dalam dunia pendakian. Mari simak informasi selengkapnya dari Okezone berikut ini.
(Foto: Pexels)
1. Tracking
Tracking merupakan aktivitas berjalan menyusuri trek atau jalur yang terdapat di pegunungan. Umumnya, kegiatan tracking membutuhkan waktu berjam-jam saat Anda melakukan pendakian gunung. Istilah tracking cenderung lebih sering digunakan untuk merujuk pada kegiatan mendaki gunung.
2. Pos
Istilah pendakian yang satu ini mungkin sudah tidak asing di telinga para pendaki. Tempat ini memiliki fungsi serupa dengan Shelter, digunakan sebagai tempat istirahat sementara dan mendirikan tenda sebelum pendaki mencapai puncak gunung. Pos menjadi titik strategis untuk melakukan persiapan sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung.
3. Mepo
Mepo merupakan singkatan dari Meeting Point, yaitu tempat bertemunya para rombongan pendaki yang berasal dari daerah yang berbeda-beda.
Mepo menjadi lokasi awal di mana semua anggota rombongan berkumpul sebelum memulai pendakian bersama. Tempat ini biasanya telah ditentukan dan diinformasikan sebelumnya agar semua pendaki dapat berkumpul dengan mudah sebelum memulai perjalanan.
4. Simaksi
Simaksi adalah singkatan dari Surat Izin Memasuki Kawasan Konservasi. Setiap pendaki yang akan mendaki gunung diharuskan untuk melakukan registrasi kepada pihak pengelola kawasan pegunungan guna mendapatkan surat izin tersebut. Surat izin ini berfungsi sebagai legalitas yang memungkinkan pendaki untuk memasuki dan menjelajahi kawasan konservasi tersebut.
5. Guide
Guide merupakan seorang pemandu khusus yang memiliki tugas untuk memberikan petunjuk dan mengarahkan para pendaki agar tetap berjalan pada jalur atau medan yang aman.
Tugas utama seorang Guide adalah menjaga keamanan dan keselamatan pendaki dengan memberikan informasi terkait rute, kondisi jalur, serta memberikan bimbingan selama perjalanan.