“Misalnya garam itu bisa kemudian kita kecilkan menjadi butiran yang kecil sehingga jumlahnya sama tetapi rasa asinnya itu menjadi lebih tinggi. Dengan begitu orang itu memakan garam jumlahnya nggak sebanyak yang seharusnya, tapi sudah terasa lebih asin demikian juga dengan pemanis. Jadi ada cara dan kita perlu teknologi yang tepat untuk membuat makanan sehat tapi juga enak,” katanya.
Prof Antonius juga menegaskan bahwa peran pemerintah juga penting untuk mengawasi produsen makanan supaya bisa mengurangi dampak negatif dari penggunaan garam, gula, dan lemak berlebih dalam produknya.
“Peraturan pemerintah juga harus mengikuti karena misalnya pemerintah tidak adaptif jadi kita bisa ketinggalan sendiri karena mestinya makan itu nggak bisa coba bergizi aja tapi harus enak jadi membuat orang bahagia,” tuturnya.
(Leonardus Selwyn)