Tidak Merokok Depan Anak Bisa Turunkan Risiko Penyakit Pernapasan? Cek Faktanya

Devi Pattricia, Jurnalis
Jum'at 12 Januari 2024 21:00 WIB
Tidak merokok depan anak turunkan risiko penyakit pernapasan. (Foto: Freepik.com)
Share :

KEBIASAAN merokok masih menjadi tantangan berat dalam dunia kesehatan. Pasalnya masih banyak orang yang kecanduan sehingga sulit untuk berhenti untuk merokok. Mirisnya, tak hanya membahayakan diri sendiri, merokok juga dapat membahayakan anggota keluarga lainnya.

Hal ini dikenal dengan istilah third hand smoke atau residu zat-zat berbahaya dari asap rokok. Asap rokok bisa cepat menghilang, akan tetapi asap tersebut akan menempel pada barang-barang di sekitar tempat Anda merokok.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) mengungkapkan residunya pun bisa menempel di rambut, pakaian, dan bahan fabrik yang akan lebih cepat menempel.

“Ketika ada perokok di rumah, maka chemical atau bahan kimia yang dari asap-asap rokok itu bisa tertinggal di mana saja. Di rambut, di pakaian, di kulit, di sofa, di meja, kemudian kalau di mobil tentu di jok mobil,” kata dr. Nastiti Kaswandani dalam Seminar Media mengenai Pneumonia pada Anak, Kamis (11/1/2024).

Dokter Nastiti Kaswandani juga menyatakan jika residu dari rokok menempel di permukaan atau tempat yang solid seperti meja, kaca, kursi, dan objek lainnya yang bisa dibersihkan atau dilap secara rutin kemungkinan bisa terhindar dari bahaya penyakit pernapasan akibat asap rokok.

Akan tetapi jika sudah menempel pada bahan fabrik, maka residu dari rokok dapat terhirup dan bertahan lama pada bahan tersebut. Selain itu, alat-alat dari bahan fabrik tersebut juga tidak mungkin dibersihkan setiap harinya. Maka anak-anak menjadi lebih rawan terkena penyakit pernapasan.

“Itu yang menjadikan warning kalau terus-menerus anak itu mencium atau menghirup residu juga akan menjadikan gangguan. Sehingga meskipun tidak merokok di hadapan anak, tetapi third hand smoke itu merupakan hal yang bisa meningkatkan risiko untuk terjadinya infeksi saluran pernafasan,” kata dr. Nastiti Kaswandani.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya