SERING Buang Air Kecil (BAK) adalah kondisi yang mengganggu. Penyebabnya biasanya dikarenakan faktor usia yang semakin bertambah setiap tahunnya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga mendasari adanya suatu penyakit yang berhubungan dengan kondisi tubuh.
Pada kasus menopause, Ahli mengatakan tidak sedikit penyebab sering buang air kecil disebabkan oleh terlalu sedikitnya estrogen dalam tubuh. Alhasil kandung kemih menyusut atau membuat saluran kemih menjadi infeksi.
“Estrogen adalah hormon integral untuk mempertahankan kekuatan dinding kandung kemih,” kata ahli kepada HuffPost, dikutip dalam laman New York Post, Selasa (9/1/2024).
Dokter Spesialis Kandungan, dr Monica Grover sekaligus Kepala Medis di Med Spa VSPOT mengatakan, saat menurunnya jaringan yang mendukung pada dinding kandung kemih akan menjadi lemah dan kaku. Sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil lebih banyak dari biasanya.
Tetapi menurut Ahli Urologi, dr Andrew Y. Matahari, kondisi BAK terlalu sering ini terjadi bukan hanya kepada wanita, melainkan terjadi juga kepada pria. Sebab, seiring dengan bertambahnya usia prostat mereka dapat membesar dan menekan uretra yang membuat kandung kemih menjadi bekerja ekstra dan menyebabkan lebih tebal.
Terlebih jika penderita terlalu sering mengonsumsi kafein dan alkohol, sehingga membuat kandung kemih iritasi dan meningkatkan kecenderungan tubuh merespon mengeluarkan urin lebih banyak. Untuk itu, Kepala penasihat Medis, Sun mengatakan agar membatasi mengonsumsi minuman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Membatasi konsumsi kopi, soda, anggur, koktail, minuman berbahan coklat dapat membantu mengurangi kebutuhan sering buang air kecil,” tuturnya.
Masyarakat percaya dengan mengonsumsi beberapa obat dapat bertindak sebagai diuretik. Namun, tidak semua obat dapat mengurangi atau meminimalisir keluhan yang terjadi. Bahkan, minum obat tertentu dapat menyebabkan kandung kemih justru lebih aktif.