PERNAHKAH Anda merasakan kaki terasa lemas secara tiba-tiba saat sedang menghadapi rasa takut? Sebagian besar orang mungkin pernah merasakan hal serupa.
Rasanya kaki tidak bisa banyak bergerak, padahal jantung sudah berdegup kencang ketika ketakutan. Ternyata hal ini wajar jika terjadi, sebab kaki yang lemas merupakan bentuk pengaruh dari respon stres.
Melansir Anxiety Centre, Kamis (4/1/2024), ketika kita merasa bahwa diri dalam bahaya, secara otomatis tubuh mengeluarkan hormon stres. Hormon tersebut akan terus bergerak ke titik-titik tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan maupun menghindari ancaman tersebut.
Bahkan tak jarang Anda pun terheran dengan kemampuan yang Anda miliki ketika menghadapi kondisi yang darurat. Hal inilah yang memunculkan sensasi tertentu pada tubuh. Sehingga respon stres menjadi aktif dan kaki khususnya pada bagian lutut menjadi lemah seperti jelly.
Semakin tinggi rasa takut atau cemas yang dialami seseorang, maka semakin lemas juga kaki untuk bergerak. Meskipun begitu, munculnya kaki yang lemas saat takut adalah gejala umum yang bisa dirasakan semua orang.
Respon stress tersebut dapat berdampak pada perubahan fisiologis, psikologis, dan emosional pada tubuh. Jika respon terhadap stress terjadi terlalu sering, khawatirnya tubuh akan mengalami hiperstimulasi.
Hiperstimulasi merupakan kondisi dimana tubuh tetap berada dalam kondisi setengah siap merespons stres. Hal ini dapat terjadi jika Anda mengalami stress kronis. Kaki yang melemah bisa menjadi indikator awal dari hiperstimulasi ketika cemas dan takut.