E-Gates Mulai Diuji Coba, Pelancong Tak Perlu Lagi Tunjukkan Paspor di Bandara Inggris

Nanda Dwi Cahyani, Jurnalis
Rabu 03 Januari 2024 09:40 WIB
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Share :

INGGRIS sedang menguji coba sistem e-Gates atau teknologi face recognition yang memungkinkan wisatawan untuk masuk secara otomatis tanpa harus secara manual menunjukkan paspor mereka. Sebaliknya, wisatawan perlu terdaftar di database pusat sebagai langkah alternatif.

Pada praktiknya, sistem ini memungkinkan proses masuk yang lebih cepat dan efisien bagi para pelancong.

Namun, perlu diingat bahwa keamanan data pribadi dan privasi adalah hal yang penting dalam penggunaan teknologi semacam ini.

Sistem e-Gates yang memungkinkan pelancong untuk melintasi perbatasan Inggris tanpa menunjukkan paspor akan diuji coba pada awal tahun ini, demikian yang diungkapkan oleh Phil Douglas, Direktur Jenderal Pasukan Perbatasan Inggris.

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengembangkan sistem face recognition tanpa hambatan yang lebih canggih dibandingkan dengan yang ada saat ini

Dengan pengembangan tersebut, diharapkan sistem e-Gates yang sudah ada akan ditingkatkan sehingga para penumpang yang tiba di Inggris dapat menyimpan paspor mereka di sa

Sistem e-Gates yang sudah ada saat ini memanfaatkan teknologi face recognition. Data wajah dari setiap pelancong diperiksa berdasarkan data yang terenkripsi dalam paspor mereka.

Dilansir dari Independent Co, Saat ini e-Gates di Inggris diberlakukan bagi pelancong berusia 10 tahun ke atas, terutama bagi warga negara Inggris, Uni Eropa (dan wilayah Schengen), Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Korea Selatan. Mereka dapat memanfaatkan e-Gates untuk memasuki Inggris dengan menggunakan teknologi face recognition.

Dalam perkembangan sistem terbaru, akan bergantung pada database pusat, perubahan mungkin terjadi dalam ruang lingkup penggunaan e-Gates, serta mungkin penambahan negara atau wilayah yang dapat mengakses layanan tersebut.

Teknologi e-Gates yang akan diterapkan di Inggris akan memerlukan registrasi pelancong di database terpusat. Pengenalan bertahap skema Otorisasi Perjalanan Elektronik di Inggris membutuhkan informasi bagi wisatawan yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan layanan tersebut.

Dalam konteks ini, Mr. Douglas menyatakan bahwa tujuan utama adalah untuk memeroleh informasi lebih lanjut tentang pelancong yang memungkinkan pemantauan terhadap perjalanan mereka.

Bukan hanya Inggris, namun negara-negara lain juga telah menerapkan teknologi face recognition untuk memfasilitasi kedatangan wisatawan.

Sebagai contoh, Bandara Dubai, telah menerapkan teknologi face recognition ini dengan efektif.

Mereka mengklaim bahwa dengan teknologi e-Gates, pelancong dapat melewati prosedur imigrasi hanya dalam waktu lima detik.

Di Inggris, uji coba awal teknologi baru ini kemungkinan akan dilakukan di satu bandara untuk sejumlah wisatawan. Namun, latihan pengadaan akan diadakan menyusul, dan biaya untuk e-Gates diperkirakan mencapai puluhan juta.

Namun demikian, penggunaan teknologi ini tidak selalu berjalan mulus. Pada Mei 2023, seluruh sistem e-Gates di Inggris mengalami kegagalan yang menyebabkan puluhan ribu penumpang terjebak dalam antrian yang panjang selama berjam-jam. Kegagalan sistem tersebut memicu kekesalan di antara para penumpang yang terdampak.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya