Duh! 4 Staf Maskapai Air India Diciduk Polisi karena Terlibat Perdagangan Manusia

Nanda Dwi Cahyani, Jurnalis
Sabtu 30 Desember 2023 09:10 WIB
Bandara Indira Gandhi, Delhi, India. (Foto: iStock)
Share :

EMPAT staf maskapai Air India SATS (AISATS) dan seorang penumpang ditangkap di Bandara Internasional Indira Gandhi, Delhi, India karena diduga terlibat dalam sindikat perdagangan manusia.

Penangkapan yang dilakukan pada Rabu lalu berawal dari kecurigaan petugas polisi federal (CISF) terhadap seorang penumpang bernama Diljot Singh yang hendak terbang ke Inggris. Usai diselidiki, didapati dugaan keterlibatan empat staf Air India dalam kasus tersebut.

Melansir dari India Today, Sabtu (30/12/2023), Diljot Singh memiliki catatan perjalanan yang mencurigakan bagi petugas imigrasi. Karena alasan ini, Diljot Singh tidak diizinkan naik ke pesawat dan dipersilakan untuk menjelaskan masalah tersebut ke staf maskapai.

Diljot Singh mencari bantuan dari staf AISATS dan dua orang lainnya yang membantu proses boarding menggunakan dokumen palsu. Hal itu terungkap dari rekaman CCTV.

 BACA JUGA:

Setelah melakukan penyelidikan, Otoritas Bandara Delhi dan CISF menyerahkan Diljot Singh beserta staf AISATS yang terlibat, yaitu Rohan Verma, Mohammad Jahangir, Yash, dan Akshay Narang ke polisi Delhi.

Sanjay Gupta selaku CEO AISATS, menyatakan bahwa perusahaannya memainkan peran yang sangat penting dalam menggagalkan upaya perdagangan manusia dengan bekerja sama bersama Otoritas Bandara Delhi dan Central Industrial Security Force (CISF).

Dalam pernyataannya, Gupta menjelaskan bahwa tiga orang telah berusaha melakukan migrasi ilegal, dan dari ketiganya, salah satu orang berhasil ditangkap. Selanjutnya, staf yang terlibat dalam kegiatan ilegal ini langsung diskors dari tugasnya dan diserahkan kepada Kepolisian Delhi untuk tindakan hukum lebih lanjut.

 

Ia menekankan komitmen perusahaan dalam menjaga integritas operasional serta menjunjung tinggi standar keselamatan, kelegalan, dan perilaku etis.

 BACA JUGA:

AISATS merupakan perusahaan patungan antara Air India, yang dimiliki oleh Tata Group, dan SATS Limited. Perusahaan ini menyediakan berbagai layanan terkait bandara, termasuk penanganan bagasi dan perawatan pesawat.

Insiden ini merupakan tindak lanjut dari kasus lain awal pekan ini, yang melibatkan sebuah jet sewaan menuju ke Nikaragua dan mengangkut 276 penumpang, yang sebagian besar adalah warga India. Pesawat ini dilarang untuk terbang di Prancis selama empat hari karena dugaan terlibat dalam kasus perdagangan manusia.

Dua orang dari penumpang dalam penerbangan tersebut ditahan dan diinterogasi atas keterlibatan kasus perdagangan manusia. Sementara itu, sebanyak 25 penumpang lainnya mengajukan permohonan suaka dan memilih untuk tinggal di Prancis. Sedangkan sisanya, mereka kembali terbang ke Mumbai pada Selasa.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya