MEMASUKI libur akhir tahun, banyak orang yang bepergian untuk berlibur. Tidak sedikit dari mereka berlibur ke ke luar kota atau luar negeri menggunakan pesawat. Setelah perjalanan jauh dengan pesawat akan terasa nyaman jika mandi dengan air hangat.
Namun seorang pakar maskapai penerbangan mengungkapkan bahwa seseorang sebaiknya mandi menggunakan air dingin daripada air panas setelah perjalanan naik pesawat.
Travys Carinci, manajer layanan pelanggan Qantas, terbang hampir 60.000 mil sebulan karena merupakan bagian dari pekerjaannya. Setiap habis bekerja, Carinci selalu melewatkan air panas karena bisa membuat kulitnya menjadi kering.
"Saya melewatkan mandi air panas yang meskipun menggoda setelah penerbangan panjang, namun merupakan cara yang pasti untuk mengeringkan kulit Anda,” kaya Carinci dikutip dari The Sun, Selasa (26/12/2023).
Mandi air panas ternyata bukan hanya dapat mengeringkan kulit, tetapi juga memiliki efek samping negatif lainnya. Salah satunya yakni memperburuk kondisi kulit seperti eksim dan jerawat. Hal ini lantaran air hangat menghilangkan minyak alami dan bakteri sehat pada kulit.
"Mandi terlalu lama (terutama dengan air panas) dapat menghilangkan minyak alami kulit Anda, menyebabkannya menjadi kering,” ucap Abbas Kanani, apoteker di Chemist Click.
Berbanding terbalik, mandi air dingin ternyata memberikan banyak manfaat untuk tubuh setelah perjalanan menggunakan pesawat. Dengan mandi menggunakan air dingin maka akan menghilangkan jet lag.